Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Embargo Vaksin Covid-19 dari Negara Produsen, Ini Saran Dekan FKUI

Pemerintah diharapkan segera mempercepat produksi Vaksin Merah Putih untuk mengantisipasi tersendatnya pengiriman vaksin akibat proteksionisme.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 April 2021  |  13:46 WIB
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut.  - LIPI
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut. - LIPI

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dinilai perlu mengantisipasi adanya isu embargo yang dilakukan oleh sejumlah produsen vaksin. Salah satunya dengan pemanfaatan Vaksin Merah Putih.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Ari Fahrial Syam mengatakan pemerintah perlu mencari vaksin dari negara produsen vaksin dengan kasus Covid-19 rendah.

Dia memberi contoh China yang memiliki industri vaksin Covid-19 seperti Sinovac dan Sinopharm. "Kita bisa minta Sinovac misalnya untuk menambah jumlah vaksin dan mempercepat pengiriman vaksin ke Indonesia,“ katanya dalam keterangan resmi, Jumat (2/4/2021).

Pemerintah, lanjutnya, juga perlu mengantipasinya dengan vaksin lokal seperti vaksin Merah Putih. Ari berharap pemerintah mempercepat produksi vaksin tersebut.

“Kami dari UI juga diundang dalam rapat internal membahas penelitian vaksin ini bersama lembaga-lembaga lain. Kami harap agar [vaksin Merah Putih] segera masuk ke tahap uji klinis,” katanya.

Sementara itu, influencer sekaligus relawan Covid-19 dr Tirta Mandira Hudhi menilai vaksinasi perlu dibarengi dengan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, serta mencuci tangan.

Menurutnya selain melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, pemerintah sebaiknya juga mengaktifkan pos pelayanan terpadu (Posyandu). Pasalnya, edukasi pencegahan Covid-19 perlu diiringi dengan penanganan penyakit lain yang juga mendesak seperti tuberkulosis dan stunting.

“Kita harus melakukan hidup sehat dengan patuh pada protokol kesehatan,“ katanya.

Tirta mengambil contoh Australia. Negara itu mencatat kasus Covid-19 jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia. Padahal belum banyak warganya yang divaksin. “Mereka disiplin dengan protokol kesehatan,” tambahnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top