Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Hong Kong Ubah UU Pemilu Legislatif, Beijing Beri Jaminan Ini

China mengklaim perubahan sistem pemilu di Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR) yang mengarah pada perbaikan tersebut sangat diperlukan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  13:55 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi  - Istimewa
Menteri Luar Negeri China Wang Yi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa China menjamin masa depan Hong Kong akan lebih baik dengan adanya perubahan sistem pemilihan umum legislatif.

"Kami bertekad untuk terus menegakkan prinsip 'Satu Negara, Dua Sistem' dan biarkan rakyat Hong Kong memimpin Hong Kong dengan standar otonomi yang tinggi," ujarnya dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Umum Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Beijing, China, Minggu (7/3/2021).

Menurut dia, perubahan sistem pemilu di Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR) yang mengarah pada perbaikan tersebut sangat diperlukan sebagai tangguh jawab konstitusional NPC.

Dalam aturan perbaikan tersebut, HKSAR harus menerapkan prinsip patriotisme dalam menjalankan roda pemerintahan di Hong Kong sesuai prinsip Satu Negara, Dua Sistem.

Komite Pemilu HKSAR akan menjadi bagian integral dalam sistem pemilu di Hong Kong nanti. Hal ini yang menimbulkan kekhawatiran beberapa pihak asing atas terganggunya iklim demokrasi di Hong Kong.

"Hong Kong tidak menikmati demokrasi selama pemerintahan kolonial. Sejak kembali ke pangkuan Tanah Air 24 tahun lalu, tidak ada yang lebih peduli tentang perkembangan demokrasi Hong Kong," sanggah Wang yang juga anggota Dewan Negara tersebut.

Justru menurut dia, kekacauan berhasil diatasi oleh pemerintah Hong Kong yang memberikan perlindungan kepada masyarakat setempat dan investor asing. "Tidak boleh orang ngomong cinta Hong Kong tapi tidak cinta Tanah Air," ujarnya.

Oleh karena itu, politikus yang mencalonkan diri sebagai pejabat publik atau anggota legislatif di Hong Kong harus mengucapkan sumpah setia kepada China sebagaimana draf perubahan Pemilu Hong Kong yang sedang dibahas NPC. "Kami yakin masa depan Hong Kong akan lebih baik lagi," ucap Wang.

Sebelumnya otoritas Hong Kong telah menahan dan menyidangkan beberapa aktivis atas tuduhan perbuatan makar.

Beberapa utusan Hong Kong, termasuk Kepala Eksekutif HKSAR Carrie Lam juga turut hadir dalam sidang parlemen tahunan yang digelar di Beijing mulai Kamis (4/3/2021).

Selama Hong Kong dapat menerapkan Undang-Undang Keamanan Nasional, memastikan pemimpin berjiwa patriotis yang mengatur Hong Kong dan secara aktif mengintegrasikan pembangunan dengan pemerintah pusat, maka kesejahteraan rakyat Hong Kong akan lebih terjamin dan prospeknya lebih baik lagi, demikian unggahan status Carrie Lam di akun Facebooknya yang dipantau Antara dari Beijing, Kamis (4/3/2021) malam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top