Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Sebut Vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford Lebih Murah dan Mudah Didistribusikan

Hasil studi dari WHO menemukan, bahwa vaksin Astrazeneca memenuhi kriteria keamanan yang "harus dimiliki", dan manfaat kemanjurannya yang melebihi risikonya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  06:47 WIB
Vaksin Novavax
Vaksin Novavax

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan  vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Universitas Oxford ke dalam daftar  untuk penggunaan darurat, sehingga memperluas akses vaksinasi  bagi negara berkembang, karena lebih murah dan lebih mudah didistribusikan.

“Kami sekarang memiliki vaksin yang lebih murah dan cepat, tapi kami masih perlu meningkatkan produksi," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada jumpa pers seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (16/2/2021).

Dia  terus mengimbau para pengembang vaksin Covid-19 untuk menyerahkan berkas ke WHO untuk ditinjau dan pada saat yang sama menyerahkannya ke regulator di negara-negara berpenghasilan tinggi," kata Tedros.

WHO juga menyatakan telah menyetujui vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca-SKBio (Republik Korea) dan Serum Institute of India.

Daftar vaksin dari badan kesehatan PBB itu muncul beberapa hari setelah panel WHO memberikan rekomendasi sementara tentang vaksin.

Rekomendasi itu adalah dua dosis dengan interval sekitar 8 hingga 12 minggu dan harus diberikan kepada semua orang dewasa dan juga dapat digunakan di negara-negara dengan wabah jenis varian Afrika Selatan.

Hasil studi dari WHO menemukan, bahwa vaksin Astrazeneca memenuhi kriteria keamanan yang "harus dimiliki", dan manfaat kemanjurannya yang melebihi risikonya.

Vaksin AstraZeneca-Oxford dipuji karena lebih murah dan lebih mudah untuk didistribusikan daripada beberapa saingan, termasuk vaksin produksi Pfizer-BioNTech, yang terdaftar untuk penggunaan darurat oleh WHO pada akhir Desember.

Hampir 109 juta orang dilaporkan terinfeksi Virus Corona baru secara global dan lebih dari 2,5 juta dilaporkan meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Infeksi dilaporkanpada lebih dari 210 negara dan wilayah sejak kasus pertama diidentifikasi di China pada Desember 2019.

Dosis vaksin AstraZeneca merupakan bagian terbesar dari dosis dalam skema pembagian  vaksin virus corona WHO. Lebih dari 330 juta dosis akan dibagikan  ke negara-negara miskin mulai akhir Februari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top