Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPATK Bantu Kejagung Buru Aset Tersangka Asabri, Ini Temuannya

Pelacakan aset milik tersangka korupsi dana investasi Asabri terus dilakukan guna memulihkan kerugian negara yang nilainya mencapai Rp23,7 triliun.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 11 Februari 2021  |  15:33 WIB
Perumahan Forest Hill dan Millenium City di Parungpanjang, Kabupaten Bogor  Jawa Barat yang tanahnya telah diblokir penyidik Kejagung atas dugaan pencucian uang tersangka Benny Tjokro dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi.
Perumahan Forest Hill dan Millenium City di Parungpanjang, Kabupaten Bogor Jawa Barat yang tanahnya telah diblokir penyidik Kejagung atas dugaan pencucian uang tersangka Benny Tjokro dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi.

Bisnis.com, JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dilibatkan dalam melacak aset tersangka dugaan kasus korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). 

Pelibatan PPATK itu dilakukan menyusul ditemukannya informasi seputar dugaan praktik pencucian uang yang dilakukan oleh para tersangka kasus Asabri. Apalagi sebagian aset milik tersangka diketahui berada di luar negeri.

“Benar [PPATK dilibatkan melacak aset tersangka kasus korupsi Asabri],” kata Kelompok Humas PPATK M. Natsir Kongah kepada Bisnis, Kamis (11/2/2021). 

Natsir menuturkan bahwa hasil identifikasi telah disampaikan oleh Kejaksaan Agung. Adapun teranyar, Kejaksaan Agung telah menyita aset milik salah satu tersangka yakni Komisaris Utama PT Trada Alam Minerra (Tram) Heru Hidayat. 

Penyidik Kejagung menyebut telah menyita 20 unit kapal tangker di sejumlah lokasi. Satu unit kapal LNG Aquarius atas nama PT Hanochem Shipping, sembilan kapal tongkang dan 10 unit tug boat

Selain itu, Aset Heru berupa mobil mewah merk Ferrari F12 Berlinetta juga disita petugas. Kendaraan tersebut berkisar antara Rp7,5 miliar - Rp13,5 miliar. Seluruh aset tersangka disebut dalam rangka pengembalian kerugian negara dalam kasus Asabri.

"Telah disita satu unit mobil Ferrari dengan nomor polisi B 15 TRM beserta STNK, BPKB dan tanda bukti pelunasan terkait kasus korupsi PT Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (10/2/2021).

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan tersangka mega korupsi tersebut. Kedelapan tersangka kasus korupsi Asabri adalah Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro. 

Kemudian, Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk. Heru Hidayat, mantan Direktur Utama PT Asabri Mayjen TNI (Purn) Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri Letjen TNI (Purn) Sonny Widjaja.

Tersangka korupsi Asabri lainnya adalah Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Ilham W Siregar, eks Direktur Keuangan PT Asabri Bachtiar Effendi dan Direktur Asabri berinisial Hari Setiono.

Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat telah terbukti melakukan korupsi dan menyebabkan kerugian negara senilai Rp16 triliun lebih serta melakukan tindak pidana pencucian uang pada kasus Jiwasraya. Mereka telah divonis penjara seumur hidup oleh Kejaksaan Agung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk asabri Kejaksaan Agung
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top