Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erupsi Merapi: Pertumbuhan Kubah Lava Masih Terjadi

Lava pijar masih terjadi, namun potensi bahayanya kecil ke arah selatan dan barat daya, yakni Kali Boyong, Krasak, Putih, dan Bebeng dengan jarak potensi 5 kilometer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Februari 2021  |  16:36 WIB
Warga melihat pemandangan Gunung Merapi dari kawasan Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Warga melihat pemandangan Gunung Merapi dari kawasan Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, MAGELANG - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan aktivitas pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi.

Hal itu terjadi setelah Merapi melontarkan awan panasnya pada 27 Januari 2021.

Meski demikian, pertumbuhan kubah lava relatif kecil, di bawah angka rata-rata.

"Pertumbuhan kubah lava kemarin sekitar 5.000 meter kubik per hari. Ini di bawah rata-rata Merapi, karena rata-rata Merapi 20.000 meter kubik per hari," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Selasa (2/2/2021).

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang bersama Deputi Bidang Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan.

Menurut Hanik, lava pijar masih terjadi, namun potensi bahayanya kecil ke arah selatan dan barat daya, yakni Kali Boyong, Krasak, Putih, dan Bebeng dengan jarak potensi 5 kilometer.

"Status aktivitas Merapi pun juga belum berubah, yakni Siaga karena ancaman terhadap penduduk juga belum ada. Kalau menentukan status normal, waspada, siaga, dan awas itu berdasarkan potensi ancamannya terhadap penduduk seperti apa, ini yang kami gunakan sebagai patokan untuk menaikkan status," katanya.

Hanik menyampaikan ancaman letusan eksplosif sudah menurun, karena Merapi sudah kembali pada erupsi normalnya, yakni tumbuh kubah lava kemudian ada lava pijar, dan ada awan panas.

"Namun demikian, karena potensi itu masih ada walaupun kecil sehingga yang di radius 3 kilometer untuk tidak melakukan aktivitas," katanya.

Hanik menuturkan untuk deformasi Merapi saat ini hampir tidak ada.

"Sehari, sekarang antara 1-2 milimeter," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erupsi gunung merapi

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top