Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antibodi Terbentuk Maksimal 2-3 Minggu Setelah Divaksin Kedua Kali

Menkes mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat berupa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  12:22 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendapat vaksinasi Covid-19 kedua, Rabu (27/1/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendapat vaksinasi Covid-19 kedua, Rabu (27/1/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Menkes mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat berupa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

 

Antibodi Terbentuk secara Maksimal 2-3 Minggu Setelah Divaksin Kedua Kali

 

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa terbentuknya antibodi secara maksimal baru akan terjadi setelah dua hingga tiga pekan setelah vaksinasi tahap kedua.

Vaksin CoronaVac buatan Sinovac memerlukan dua dosis untuk membentuk imun si penerima. Setelah penyuntikan dosis pertama, vaksinasi tahap kedua dilakukan usai dua pekan vaksin awal disuntik.

“Kita juga ingat sesudah suntikan kedua, masih butuh waktu supaya antibodinya terbentuk mungkin dua minggu atau tiga minggu,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

“Sesudah itu insyaallah risiko kita tertular masih lebih kecil. Jadi, bisa bekerja lebih tenang teman-teman tenaga kesehatan ini,” terangnya.

Selain itu, Menkes mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat berupa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Pihaknya juga memastikan akan mengejar mati-matian proses tracing, testing, dan treatment (3T) secara cepat dan meluas.

“Hal itu saya rasa momen bekerja keras, sangat keras dan ekstra keras dalam hal mematuhi protokol kesehatan yang 3M dan juga dari sisi Kemenkes mengoordinasikan agar program 3T berjalan dengan lebih cepat lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Budi meminta supaya para tenaga kesehatan segera menyelesaikan proses vaksinasi baik tahap pertama maupun kedua.

Pasalnya sejumlah pejabat negara termasuk Presiden telah menjalani suntik dosis kedua di Istana Negara, Jakarta, Rabu [27/1/2021]. Vaksinasi tahap kedua dijalankan dua pekan setelah suntik tahap pertama.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh memotivasi semua tenaga kerja kesehatan di seluruh Indonesia agar mereka juga cepat, yang belum suntik pertama mengejar suntikan pertama dan setelah suntik pertama juga segera bisa menyelesaikan suntik kedua,” terangnya.

Sebelumnya, kepada Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Reisa Brotoasmoro yang mewawancarainya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan apa yang dirasakannya ketika menerima suntikan dosis kedua tersebut.

“Sama seperti yang dilakukan dua minggu yang lalu, tidak terasa. Kalau dulu setelah 2 jam hanya pegal-pegal, sekarang saya kira juga sama saja. Saya juga aktivitas ke mana-mana juga,” ungkapnya.

Vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co. Ltd. yang disuntikkan pada Presiden membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari. Sebelumnya, Presiden telah menerima suntikan vaksin dosis pertama pada Rabu (13/1/2021).

Seperti dikutip dari situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), pegal-pegal merupakan salah satu efek samping dari vaksinasi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang normal.

CDC menyebutkan bahwa efek samping ini menandakan tubuh sedang melakukan perlindungan atau antibodi.

"Beberapa efek samping mungkin akan berdampak saat Anda melakukan aktivitas, tetapi akan hilang setelah beberapa hari," tulis laman resmi cdc.gov.

Berikut beberapa efek samping yang biasa dirasakan setelah menjalani vaksinasi Covid-19 dikutip dari laman CDC:

Pada tangan yang disuntik biasa untuk merasakan;

  • - Sakit
  • - Memar atau bengkak

Pada tubuh setelah vaksinasi, biasa untuk merasakan;

  • - Demam
  • - Meriang
  • - Kelelahan
  • - Sakit kepala

Anda bisa mengompres tangan yang disuntik agar memar maupun bengkak segera mereda. Gerakkan tangan Anda atau bahkan lakukan olahraga untuk lengan agar rasa sakit segera hilang.

Sementara itu, untuk mengurangi ketidaknyamanan saat demam setelah vaksinasi, Anda dianjurkan untuk memimum air putih yang banyak dan berpakaian ringan atau tidak terlalu tebal.

Jika bengkak yang ada di tangan Anda malah bertambah setelah 24 jam atau efek samping di tubuh Anda tidak hilang setelah beberapa hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top