Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kematian Pasien Covid-19 di Jawa Timur Sentuh 7.266 Jiwa

Provinsi Jawa Timur melaporkan tingkat kematian pasien konfirmasi positif Covid-19 tertinggi pada hari ini, Jumat (22/1/2021), sebanyak 71 jiwa.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  16:48 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersepeda bersama para pejabat pemerintah sambil mengajak warga memakai masker dalam acara gowes bareng di Kabupaten Jember, Minggu (15/11/2020). - Antara/Zumrotun Solichah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersepeda bersama para pejabat pemerintah sambil mengajak warga memakai masker dalam acara gowes bareng di Kabupaten Jember, Minggu (15/11/2020). - Antara/Zumrotun Solichah

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat Provinsi Jawa Timur melaporkan tingkat kematian pasien konfirmasi positif Covid-19 tertinggi pada hari ini, Jumat (22/1/2021), sebanyak 71 jiwa. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia di Provinsi Jawa Timur menyentuh 7.266 orang. 

Sementara, Provinsi Jawa Timur melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.056 orang pada hari ini. Dengan demikian, total penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur menyentuh di angka 104.342 orang. 

Hanya saja, laporan pasien konfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Jawa Timur relatif rendah pada hari ini. Adapun, pasien sembuh di Jawa Timur tercatat 794 orang. Secara akumulatif, terdapat 89.143 orang telah dinyatakan sembuh di Jawa Timur sejak Maret 2020. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan meningkatkan efektifitas pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan angka penyebaran virus Covid-19.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono mengatakan dalam rapat evaluasi PPKM yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama dengan Pangdam V/Brawijaya dan Polda Jatim secara virtual pada 18 Januari 2021 ini akan lebih meningkatkan pengawasan guna menekan mobilitas masyarakat sampai 40 persen.

“Ada hal-hal yang jadi penekanan dalam evaluasi tadi malam yakni peningkatan efektivitas dan peningkatan kegiatan Covid-19 Hunter, serta memperketat kegiatan operasi yustisi dengan pengenaan denda bagi yang melanggar, termasuk menggerakkan kembali Kampung Tangguh,” jelasnya, Selasa (19/1/2021).

Dia mengatakan meski tren kasus sempat naik pada pertengahan di minggu pertama PPKM dengan penambahan kasus baru di atas 1.000 kasus, tapi dalam tiga hari terakhir ini sudah mulai turun dengan kisaran 800 kasus baru per hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top