Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Balas Sanksi kepada Pejabat AS Soal Taiwan

Masih belum dijabarkan jenis sanksi dan kepada pejabat mana saja sanksi tersebut akan diberikan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  11:07 WIB
Dua pesawat tempur China J-11 dan satu pesawat pengebom H-6K berpatroli di wilayah udara antara China daratan dan Taiwan, Senin (10/2 - 2020).  Foto: Antara/Xinhua
Dua pesawat tempur China J-11 dan satu pesawat pengebom H-6K berpatroli di wilayah udara antara China daratan dan Taiwan, Senin (10/2 - 2020). Foto: Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - China mengatakan pihaknya telah memutuskan untuk memberikan sanksi kepada beberapa pejabat Amerika Serikat atas keterlibatan dalam masalah Taiwan, saat pemerintahan Trump bersiap untuk menyerahkan pemerintahan kepada Presiden terpilih Joe Biden.

"Berdasarkan tindakan yang salah dari pihak AS, China telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat AS yang berperilaku buruk terhadap Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam briefing harian di Beijing, dilansir Bloomberg, Selasa (19/1/2021).

Belum jelas apakah dia mengacu pada tindakan yang sudah diambil. Dia juga tidak mengatakan pejabat mana yang menjadi sasaran.

Hua menanggapi pertanyaan mengenai langkah AS baru-baru ini untuk mencabut pembatasan mengenai interaksi diplomat dan pejabat lainnya dengan Taiwan, yang telah berlaku puluhan tahun. China menganggap Taiwan yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya. Pulau itu telah menjadi sumber utama ketegangan karena memburuknya hubungan antara Washington dan Beijing.

China pada Oktober memberlakukan sanksi pada unit pertahanan Boeing Co., Lockheed Martin Corp. dan Raytheon Technologies Corp. serta individu dari AS yang menjual senjata ke Taiwan. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan senjata senilai US$1,8 miliar ke Taiwan.

Rencana kunjungan ke Taiwan awal bulan ini oleh Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft telah mendapat tentangan dari China, sebelum dibatalkan setelah kerusuhan di Capitol AS.

Menurut Rupert Hammond-Chambers, Presiden Dewan Bisnis AS-Taiwan yang berbasis di Arlington, deklarasi sanksi China terhadap perusahaan pertahanan AS tahun lalu hanya berdampak kecil sejauh ini.

"Orang China tidak melakukan apa-apa dalam hal ini. Tidak ada sanksi. Itu semua hanyalah gertakan dan retorika," katanya.

Hua juga mengatakan China telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat AS, anggota kongres dan personel LSM serta anggota keluarga atas keterlibatan terhadap isu Hong Kong.

Komentarnya muncul setelah keputusan AS pada Jumat pekan lalu untuk memberikan sanksi kepada enam pejabat China. Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengumumkan bahwa AS akan memberikan sanksi kepada para pejabat sebagai bagian dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump tentang normalisasi Hong Kong.

Sanksi ini merupakan langkah terbaru Washington kepada Beijing setelah memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di bekas koloni Inggris itu pada Juni lalu.

AS dan China tahun lalu memberlakukan sanksi balas dendam satu sama lain di tengah perseteruan di berbagai bidang mulai dari perdagangan hingga penanganan awal virus corona. Sanksi AS telah mencakup pejabat tinggi yang terlibat dalam tindakan keras China terhadap Hong Kong, termasuk Kepala Eksekutif kota Carrie Lam.

Sementara itu China telah memberi sanksi kepada para pejabat termasuk Senator Marco Rubio dan Ted Cruz, sebagian besar upaya simbolis untuk membalas tindakan AS untuk menghukum Beijing atas perlakuannya terhadap minoritas di wilayah paling barat Xinjiang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat taiwan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top