Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hewan Ternak di Kaki Gunung Merapi Diberi Tanda Biar Tidak Tertukar

Tim Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali berawal melakukan pendataan ternak baik jenis sapi maupun kambing milik warga, di Dukuh Sumber dan Bakalan, di Desa Klakah, atau lokasinya paling tinggi dengan puncak yang masuk KRB III Merapi, memberikan tanda dengan diikatkan ke tali keluh ternak sapinya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  01:23 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA - Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali melakukan pendataan dengan memberikan identitas hewan ternak atau necktag milik warga, di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Desa Klakah Kecamatan Selo, kabupaten setempat, Senin (19/1/2021).

Tim Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali berawal melakukan pendataan ternak baik jenis sapi maupun kambing milik warga, di Dukuh Sumber dan Bakalan, di Desa Klakah, atau lokasinya paling tinggi dengan puncak yang masuk KRB III Merapi, memberikan tanda dengan diikatkan ke tali keluh ternak sapinya.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Kabupaten Boyolali, dokter hewan Aviany Rifdania, kegiatan mendata dengan memberikan penomoran dan tanda identitas terhadap hewan ternak tersebut tujuannya agar masyarakat merasa aman, jika sewaktu-waktu terjadi erupsi dilakukan evakuasi ternaknya tidak bakal tertukar.

"Jadi dalam pendataan itu, tidak hanya memberikan penomoran, dan penjumlahan populasi, tetapi juga untuk mengetahui siapa pemilik ternak, atau seseorang mempunyai ternak berapa ekor sudah ada tandanya. Ketika terjadi ada evakuasi, maka peternak merasa aman dan nyaman karena ternak mereka tidak mungkin tertukar dengan lainnya," kata Aviany Rifdania.

Kegiatan pendataan dengan memberikan identitas ternak di KRB III Merapi diawali dari dua Dukuh Sumber dan Bakalan, di Desa Klakah ini. Setelah itu, dilanjutkan ke Desa Jrakah dan Tlogolele yang juga masuk KRB III Merapi.

"Kami selain Desa Klakah, sesuai petunjuk dari BPBD Kabupaten Boyolali, ada tiga desa yang masuk KRB III Merapi, yakni Klakah, Tlogolele, dan Jrakah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top