Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Khawatir Keamanan Vaksin, India Tetap Tancap Gas Vaksinasi Covid-19

Peluncuran vaksin di India diawasi ketat untuk menguji apakah kasus Covid-19 dapat dengan cepat dijinakkan melalui vaksinasi di negara-negara berkembang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  15:20 WIB
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri saat berjalan melewati domba untuk melakukan verifikasi dari rumah ke rumah apabila ditemukan kasus atau gejala terkait Virus Corona di sebuah wilayah pemukiman di Ahmedabad, India, Kamis (23/4/2020). - Antara/Reuters
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri saat berjalan melewati domba untuk melakukan verifikasi dari rumah ke rumah apabila ditemukan kasus atau gejala terkait Virus Corona di sebuah wilayah pemukiman di Ahmedabad, India, Kamis (23/4/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tenaga Kesehatan India bisa bernapas lega setelah akhirnya mendapatkan vaksin Covid-19. Kendati demikian, ternyata masih ada kekhawatiran akan keamanan vaksin yang digunakan bahkan di ranah pejabat pemerintahan.

India sudah mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (16/1/2021). Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk menahan lonjakan kasus Covid-19 di seluruh India dengan penduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa.

Di rumah sakit dan pusat vaksinasi di beberapa kota seperti Mumbai dan New Delhi, total orang yang sudah divaksin sampai akhir pekan lalu mencapai 224.301 orang. Perdana Menteri India Narendra Modi membuka program penyuntikkan vaksin yang bisa didapatkan di 3.300 pusat vaksinasi di seluruh India.

“Vaksin ini akan membantu masyarakat India menang melawan virus. Masyarakat India harus mendapatkan suntikan vaksin dan tak perlu mempedulikan propaganda antivaksin,” kata Modi, dilansir Bloomberg, Senin (18/1/2021).

Peluncuran vaksin di India diawasi ketat untuk menguji apakah kasus Covid-19 dapat dengan cepat dijinakkan melalui vaksinasi di negara-negara berkembang.

Sampai saat ini sudah lebih dari 10,5 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di India dan telah menelan lebih dari 150.000 orang korban jiwa.

India sebagai salah satu negara dengan populasi tertinggi, juga menjadi salah satu yang paling ambisius untuk memulai program vaksinasinya di Asia, ketika negara lain masih melakukan pendekatan lebih lamban.

Hal itu lantaran negara lain mengalami penyebaran virus tak separah di India, yang mencatatkan angka infeksi tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Namun, kemudian pertanyaan terkait keamanan dan efikasi vaksin Covid-19 muncul setelah BPOM India memberikan izin pada vaksin Covaxin milik perusahaan lokal Bharat Biotech International Ltd., pada bulan ini meskipun belum selesai melakukan uji klinis akhir.

Anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 India Randeep Guleria mengatakan sudah divaksin menggunakan vaksin kontroversial tersebut di New Delhi.

“Jangan ikuti pernyataan yang beredar di media sosial terkait efek samping vaksin dan sebagainya. Percaya saja dengan para ahli, peneliti, dan regulator. Ayo lakukan vaksinasi,” kata Guleria.

India juga sudah memberikan izin penggunaan darurat kepada vaksin dari Serum Institute of India Ltd., yang bekerja sama dengan AstraZeneca Plc untuk membuat setidaknya 1 miliar dosis vaksin.

“Saya tidak khawatir, kedua vaksin itu aman,” kata Sandeep Nayar (54), seorang dokter senior di Rumah Sakit Super Khusus BLK di New Delhi.

Nayar bersama sejumlah tenaga kesehatan dipilih untuk mendapatkan vaksin pertama di rumah sakit tempatnya bekerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india vaksinasi Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top