Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masuki Hari ke-8, 3 Hal Ini Jadi Fokus Pencarian Sriwijaya Air SJ-182

Operasi pencarian dan pertolongan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masuk hari ke delapan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  13:58 WIB
Prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL melakukan operasi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 pada hari keempat dengan menggunakan pinker finder di dalam perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). - Antara\r\n
Prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL melakukan operasi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 pada hari keempat dengan menggunakan pinker finder di dalam perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Operasi SAR gabungan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan difokuskan pada pencarian body part korban,   serpihan pesawat serta Cockpit Voice Recorder (CVR).

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) memaparkan operasi pencarian dan pertolongan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masuk hari ke delapan. 

Dia mengatakan bahwa data penemuan hari ini (16/1/2021) masih sama seperti data sebelumnya yakni body part sebanyak sebanyak 272 kantong, serpihan kecil pesawat 46 kantong, potongan besar bagian pesawat 50 kantong dan 1 unit Flight Data Recorder (FRD).

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh instansi Kementerian dan Lembaga, artinya semua ingin berkontribusi dalam kegiatan operasi pencarian dan pertolongan ini,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (16/1/2021).

Rasman mengatakan bahwa berdasarkan info dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca hari ini cerah berawan dan diharapkan akan memudahkan penyelam dan yang bertugas di atas permukaan dalam melakukan operasi SAR.

Dia juga menghimbau kepada seluruh bertugas tetap mematuhi protokol Kesehatan dengan sering mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak karena sangat penting untuk menjaga kondisi kita agar tetap sehat dan terhindar dari virus covid-19.

Seperti disampaikan sebelumnya, CVR yang berhasil ditemukan oleh tim penyelam Puslambair TNI AL adalah casing (bungkus) atau body protector CVR.

Pencarian harus dilaksanakan secara  manual atau konvensional, karena beacon untuk mendeteksi keberadaan CVR itu sudah terlepas dan sudah ditemukan bersamaan dengan penemuan FDR. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya SJ-182 route Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di kawasan Kepulauan Seribu pada koordinat 05°57’47.81’’ S – 106°34’10.76’’ E.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut penumpang sebanyak 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air basarnas
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top