Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggota FPI Tewas, Refly Harun: Jangan Sampai Komnas HAM Takut

Menurut Refly masyarakat tengah berharap kepada Komnas HAM bisa memberikan informasi yang kredibel, masuk akal dan bisa diterima dan dicerna akal sehat.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  16:40 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun  -  Youtube Channel Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun - Youtube Channel Refly Harun

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mendukung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang saat ini tengah melakukan proses investigasi dalam mengusut kasus terbunuhnya enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI).

Refly Harun yang mengikuti kasus ini dari awal kejadiannya juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung Komnas HAM. Hal ini ia ungkapkan pada akun YouTubenya dengan judul "Investigasi Tewasnya Laskar FPI, Komnas HAM Diserang!!" yang diunggah pada Selasa (29/12/2020).

"Kita tetap dukung Komnas HAM, jangan sampai Komnas HAM takut, masuk angin, terteror atau terintimidasi oleh siapa pun," katanya.

Pada video ini pun disebutkan bahwa anggota-anggota Komnas HAM yang mengusut kasus ini mengalami serangan pribadi yang dikenal dengan istilah doxing.

Refly kemudian mengungkapkan harapannya terhadap Komnas HAM agar tidak takut maupun khawatir terhadap serangan seperti itu. Apalagi menurut Refly masyarakat tengah berharap kepada Komnas HAM bisa memberikan informasi yang kredibel, masuk akal dan bisa diterima dan dicerna akal sehat.

"Kita tetap tunggu bagaimana eksistensi dari Komnas HAM, mudah-mudahan Komnas HAM tidak surut, tidak takutm tidak khawatir terhadap serangan-serangan atau doxing-doxing seperti itu," katanya.

Adapun, Komnas HAM telah mengumumkan sejumlah temuan yang didapati terkait penembakan enam anggota FPI. Beberapa barang bukti lapangan yang ditemukan diantaranya proyektil perlurum selongsong, hingga serpihan dari gesekan kendaraan. Selain itu juga mengaku mengamankan temuan bukti suara, rekaman CCTV dam sempat memeriksa sejumlah kalangan termasuk kepolisian.

"Tim penyelidikan Komnas HAM juga melakukan investigasi atau menelusuri tempat kejadian perkara di kilometer 50 tersebut dan mendapatkan sejumlah barang-barang yang bisa dilihat sebagai bukti. Nanti bukti-bukti ini memang perlu kami uji lagi," ungkap Amiruddin, komisioner Komnas HAM, dikutip Bisnis.com, Selasa (29/12/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi Refly Harun
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top