Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Aktif Melonjak, Satgas Covid-19: Patuhi Protokol Kesehatan!

Kenaikan ini salah satunya berbanding lurus dengan naiknya jumlah daerah yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  18:07 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito  -  www.covid19.go.id
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan makin banyaknya daerah yang tidak patuh dengan protokol kesehatan berbanding lurus dengan kenaikan kasus penularan virus corona di Indonesia.

Selain itu, kenaikan jumlah testing serta momentum libur panjang juga turut berkontribusi terhadap kenaikan kasus positif Covid-19 saat ini.

Dalam siaran pers pada Jumat (25/12/2020), Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa pada November hingga Desember 2020, kasus aktif meningkat 2 kali lipat dari 54.804 menjadi 54.804.

Hal ini dibarengi dengan peningkatan testing yang lebih rendah dari sebelumnya, yakni 30 persen. Sedangkan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat 48,01 persen. Pada periode ini, ada periode libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kenaikan kasus aktif semakin lama semakin cepat. Sementara itu, libur panjang selalu memicu kasus baru dalam jumlah besar, demikian juga dengan kepatuhan protokol kesehatan yang mengendur.

Oleh karena itu, Wiku mengimbau seluruh pihak untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan di mana saja, termasuk selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2021.

"Mari kita menjadi kelompok masyarakat yang berperan dalam menyelamatkan diri sendiri dan orang terdekat yang kita cintai dengan memilih untuk tidak bepergian dan menghindari kerumunan," kata Wiku dalam siaran pers, Jumat (25/12).

Untuk diketahui, penambahan kasus pada November-Desember teresebut merupakan yang tercepat dan terbesar selama pandemi terjadi sejak Maret 2020.

Berdasarkan catatan, pada Maret hingga Juli 2020 jumlah kasus aktif meningkat dari 1.107 kasus pada menjadi 37.342 kasus. Peningkatan kasus ini juga diikuti oleh peningkatan testing mingguan hingga 50 persen. selain itu, peningkatan dibarengi dengan libur panjang Idul Fitri pada 22-25 Mei 2020.

Sementara itu pada Agustus hingga Oktober 2020, kasus aktif meningkat dari 39.354 menjadi 66.578 kasus. Adapun testing mingguan pada periode ini naik 40 persen dan daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat dari 28,57 persen menjadi 27,12 persen. Selain itu, libur panjang juga terjadi pada 17, 20 hingga 23 Agustus 2020.

Wiku menambahkan bahwa setiap kenaikan kasus aktif selalu diiringi oleh kenaikan daerah yang tidak patuh protokol kesehatan, dan selalu berawal dari libur panjang.

“Meskipun testing mingguan meningkat, namun hal tersebut tidak dibarengi dengan penurunan kasus aktif. Kondisi saat ini adalah masih tingginya laju penularan sehingga masih banyak kasus baru yang ditemukan dari setiap pemeriksaan,” tuturnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top