Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Misa Natal, Intel dan Tim Gegana Dikirim ke Gereja Katedral

Penyisiran dilakukan untuk memastikan Gereja Katedral aman dari ancaman apa pun selama pelaksanaan ibadah malam nanti.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  16:11 WIB
Ilustrasi - Umat Katolik melaksanakan misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (25/12/2018). - Antara/Aprillio Akbar
Ilustrasi - Umat Katolik melaksanakan misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (25/12/2018). - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak Kepolisian telah menerjunkan 15 anggota Tim Gegana dari Polda Metro Jaya dan dua anggota Intel dari Mabes Polri untuk melakukan penyisiran di sekitar Gereja Katedral Jakarta.

Kepala Humas Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie mengatakan penyisiran tersebut dilakukan di sekitar Gereja Katedral Kamis (24/12/2020) mulai pukul 13.20 WIB dan rampung sekitar pukul 14.00 WIB.

"Tim Gegana ada 15 orang ditambah dua orang dari Intel Mabes Polri. Penyisiran dimulai pukul 13.20 WIB dan selesai pukul 14.00 WIB tadi," tutur Susyana dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, penyisiran dilakukan untuk memastikan Gereja Katedral aman dari ancaman apa pun selama pelaksanaan ibadah Natal malam nanti.

"Sudah dilakukan penyisiran di sekiran kompleks Gereja dan aman," ujarnya.

Nuansa Nusantara 

Dikutip dari Antara, Rabu (23/12/2020) Gereja Katedral Jakarta pada perayaan Natal 2020 membuat dekorasi sederhana dengan mengangkat nuansa nusantara sebagai simbol memperteguh keberagaman.

"Sebagai umat Katolik kita ikut memperteguh dan memperkokoh semangat kebangsaan karena itu beberapa bentuk dekorasi Natal dengan aksen dan nuansa nusantara," kata Pastor Kepala Paroki Katedral Jakarta Romo Hani Rudi Hartoko dalam konferensi pers secara virtual terkait persiapan Natal 2020 di Gereja Katedral Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan, Natal tahun ini yang mengangkat tema, "Dan Mereka Menamakan Dia Imanuel," dengan dekorasi yang digunakan sarat dengan nilai-nilai keragaman seperti keluarga kudus yang menggunakan pakaian daerah dan boneka Natal dari kayu yang dipesan dari Jepara.

Tahun ini penyelenggaraan Natal dilakukan secara khusus akibat pandemi. Gereja Katedral Jakarta membatasi umat yang hadir dalam ibadah tatap muka hanya sebanyak 309 orang atau 20 persen dari kapasitas gereja.

Karena tidak ada tenda di halaman gereja, maka dibuat pohon natal setinggi 10 meter yang dihiasi motif-motif Nusantara yang nantinya akan dimeriahkan tata lampu serta iringan lagu-lagu gereja yang sudah diaransemen dengan nuansa etnik.

"Kita akan buat tur virtual gereja sehingga umat yang tidak hadir bisa ikut menyaksikan. Selain itu lagu Natal yang sudah diaransemen dengan nuansa etnik juga sudah direkam dan akan kita putar setelah misa agar tidak ada kerumunan," tambah dia.

Sekjen Keuskupan Agung Jakarta Romo Vincentius Adi Prasojo mengatakan dekorasi Natal yang mengangkat keberagaman tersebut dimaknai bahwa di masa pandemi nilai-nilai saling tolong menolong muncul semakin kuat dalam bentuk solidaritas sosial.

"Umat Katolik dan umat lainnya semakin didorong imannya untuk melewati masa pandemi ini dengan solidaritas dan bergandengan tangan," kata Romo Adi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri polda metro jaya katedral natal
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top