Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amankan Aksi 1812 di Istana, Polri Tarik 2.690 Brimob ke Jakarta

Mabes Polri menyatakan tidak pernah memberikan izin keramaian terhadap panitia aksi 1812 untuk menggelar demo di Istana Negara pada Jumat (18/12/2020).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  09:16 WIB
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). - Antara\r\n
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Polri menarik 2.690 personil Brimob dari beberapa daerah ke wilayah DKI Jakarta untuk mempertebal pengamanan Aksi 1812 yang bakal digelar hari ini 18 Desember 2020.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengemukakan bahwa ribuan personil Brimob itu sudah tiba di DKI Jakarta dan siap amankan Aksi 1812 siang nanti di Istana Negara.

Aksi 1812 yang mengambil tema ihwal "Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI" itu rencananya bakal dihadiri oleh GNPF-Ulama, FPI, PA 212 dan Ormas Islam lainnya.

"Jumlahnya 2.690 personel untuk pengamanan Ibu Kota. Saat ini mereka sudah sampai di Jakarta,” kata Argo, Jumat (18/12/2020).

Argo juga menegaskan bahwa sampai hari ini, Polri tidak pernah memberikan izin keramaian terhadap panitia Aksi 1812. Pasalnya, keramaian tersebut bakal menimbulkan kerumunan massa, sehingga bisa memunculkan klaster baru Covid-19 di Tanah Air.

"Polri tidak pernah memberikan izin keramaian atau unjuk rasa karena pandemi Covid-19," kata Argo.

Seperti diberitakan sebelumnya, massa dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) akan menggelar demo Aksi 1812 di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat (18/12/2020) siang.

Mereka menuntut, pimpinan FPI Rizieq Shihab dibebaskan. Massa juga bakal menuntut pengungkapan kasus penembakan enam laskar FPI (Front Pembela Islam).

"Siapapun eksekutor dan aktor intelektual dari pembunuhan enam suhada, harus diungkap sampai tuntas dan terbuka untuk rakyat Indonsesia," ujar Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, Slamet Maarif dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Front TV, pada Kamis (17/12/2020).

Slamet mengajak massa yang ikut aksi 1812 untuk tetap menjaga protokol kesehatan demi pencegahan penyebaran Covid-19 seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri demo fpi habib rizieq Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top