Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkes Terima DIPA 2021 Senilai Rp84,21 Triliun

Kementerian Kesehatan mendapat alokasi anggaran tahun 2021 sebesar Rp84,29 triliun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  09:10 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021 (RKA K/L dan RKP K/L) Kementerian Kesehatan tahun 2021. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021 (RKA K/L dan RKP K/L) Kementerian Kesehatan tahun 2021. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menyerahkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun anggaran 2021 kepada pejabat eselon 1 Unit Utama Kementerian Kesehatan.

Untuk tahun 2021, Kemenkes mendapatkan anggaran sennilai Rp 84,21 triliun.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan, DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan yang bersumber APBN.

“DIPA ini berlaku untuk satu tahun anggaran dan berfungsi sebagai dasar pelaksanaan kegiatan bagi satuan kerja, dasar pencairan dana, alat pengendali, pelaksanaan, pelaporan, pengawasan APBN dan perangkat akutansi pemerintah,” katanya, mengutip keterangan resmi Kemenkes, Kamis (3/12/2020).

Penyerahan DIPA juga merupakan tindak lanjut dari telah diserahkannya DIPA Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2021 oleh presiden kepada para pimpinan Kementerian/Lembaga pada 25 November 2020, dan Kementerian Kesehatan mendapat alokasi anggaran tahun 2021 sebesar Rp84,29 triliun.

Dalam pemanfaatan anggaran, menkes menekankan setiap satuan kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo.

Pertama, menjadikan kecepatan, ketepatan, dan akurasi sebagai karakter dalam pelaksanaan kebijakan.

Kedua, APBN 2021 harus segera dimanfaatkan dan dibelanjakan, salah satunya dengan melakukan lelang sedini mungkin.

Ketiga, setiap rupiah harus dimanfaatkan secara cermat untuk kepentingan rakyat.

Keempat, fleksibilitas dalam penggunaaan anggaran terutama dalam situasi serba tidak pasti seperti sekarang ini.

“Penggunaan anggaran mesti dalam fokus untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat,” tegas Terawan.

Terakhir, prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas dilaksanakan secara integral.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes dokter terawan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top