Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Tampilan aplikasi Wirecard AG di sebuah smartphone. - Bloomberg/Alex Kraus
Premium

Pencarian Jan Marsalek : Kunci Misteri Penggelapan Uang US$2 Miliar di Wirecard

11 November 2020 | 14:12 WIB
Penyelidikan kasus penggelapan uang US$2 miliar Wirecard AG tak hanya berlangsung di Jerman, tetapi merembet ke negara Eropa lainnya dan Asia. Investigasi menemui kebuntuan lantaran sosok kuncinya menghilang.

Bisnis.com, JAKARTA — Misteri skandal Wirecard AG, yang melibatkan penggelapan uang senilai US$2 miliar dan memicu investigasi di Eropa hingga Asia, kemungkinan membutuhkan waktu lebih panjang untuk bisa terungkap dengan jelas. Hilangnya sosok kunci dalam kasus ini, Jan Marsalek, membuat penyelidikan yang dilakukan aparat seakan menemui jalan buntu.

Tiga mantan petinggi perusahaan yakni Markus Braun, Stephan von Erffa, dan Oliver Bellenhaus, hingga kini masih ditahan oleh Kepolisian Jerman. Ketiganya masih diduga punya potensi keterlibatan dalam skandal penggelapan uang di perusahaan pemroses pembayaran dan penyedia jasa keuangan itu.

Satu orang petinggi lain, Burkhard Ley, telah dibebaskan sejak 2 November 2020 karena terbukti tak bersalah. Braun, Erffa, dan Bellenhaus saat ini harap-harap cemas bisa bertemu takdir mujur seperti mantan rekanan mereka itu.

Namun, agaknya nasib ketiganya masih akan ditentukan oleh satu sosok yang belum ketahuan batang hidungnya: Jan Marsalek.

Marsalek, yang berstatus mantan Chief Operational Officer (COO) Wirecard, diyakini kepolisian sebagai sosok kunci yang bisa menjelaskan bagaimana duduk perkara skandal tersebut bisa terjadi. Tapi, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa pria kelahiran Wina, Austria pada 15 Maret 1980 tersebut telah hilang sejak pengujung Juni, tak lama setelah Braun digiring aparat ke sel tahanan.

“Maaf atas segala kekacauan yang kami timbulkan,” itulah kalimat yang terakhir dikirim Marsalek kepada wartawan lewat pesan singkat, sebelum hilang ditelan Bumi, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (10/11/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top