Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Ingin Seperti Eropa, Satgas: Jangan Sampai RI Alami Gelombang Kedua Covid-19

Satgas Covid-19 menyatakan risiko penularan yang tidak terkendali akibat masyarakat mulai menganggap enteng protokol kesehatan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 06 November 2020  |  12:46 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. - Youtube
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan dan terlihat lebih baik dibandingkan rata-rata dunia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan capaian yang baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Masyarakat juga diimbau untuk belajar dari perkembangan Covid-19 beberapa negara di Eropa, yang harus kembali melakukan lockdown karena terjadi kenaikan pada kasus positifnya.

"Kita harus menghindari ini dengan disiplin protokol kesehatan. Kita harus menjaga dan screening mobilitas masyarakat keluar masuk Indonesia, untuk menghindari kunjungan yang masuk dari Eropa atau beberapa negara lainnya yang mengalami musim dingin," kata Wiku saat memberikan keterangan pers, Kamis (5/11/2020) melalui kanal YouTube BNPB.

Kondisi terkini di sejumlah negara Eropa mengalami pandemi Covid-19 gelombang kedua. Seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belgia dan Yunani. Sehingga otoritas negara pada masing-masing negara memutuskan lockdown.

Risiko penularan yang tidak terkendali akibat masyarakat mulai menganggap enteng protokol kesehatan. "Jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia," kata Wiku.

Wiku menegaskan saat ini Indonesia sudah memiliki beberapa pencapaian penanganan Covid-19 yang semakin baik. Seperti pencapaian per 5 November 2020, jumlah kasus aktif sebanyak 54.306 kasus atau 12,75 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia berada di angka 25,8 persen.

Penambahan kasus positif sebanyak 4.065 kasus, sedangkan kasus sembuh berjumlah 357.142 kasus atau 83,9 persen. Dimana kasus sembuh dunia sebesar 71,3 persen. 

Sementara itu, jumlah kasus meninggal kumulatif 14.348 kasus atau 3,4 persen dimana kasus meninggal dunia 2,5 persen. "Saat ini penanganan Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, dan ini terlihat dari penurunan kasus positif dan penurunan angka kematian," jelasnya.

Pencapaian juga terjadi pada testing (pemeriksaan) Covid-19 yang terus mengalami peningkatan dan mendekati standar World Health Organization (WHO).

Capaian ini, kata Wiku, tidak boleh membuat semua pihak lengah. Pemerintah dan masyarakat harus terus meningkatkan kolaborasinya dan terus meningkatkan capaian ini.

Masyarakat diminta terus menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menjauhi kerumunan.

Penerapan ini harus terus dijalankan dalam setiap kegiatan, dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan 3M merupakan kontribusi masyarakat terhadap upaya penangan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

"Ingat, dengan kita disiplin, maka tidak saja melindungi diri sendiri, dan melindungi orang-orang terdekat," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top