Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Covid-19, Jokowi: Jangan Sampai Timbul Ketidakpercayaan!

Presiden Jokowi memerintahkan agar sisi keamanan dan keefektifan harus menjadi fokus utama dalam pelaksanaan vaksinasi untuk menanggulangi Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  08:57 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5 - 2020)/Biro Pers Media Istana.
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5 - 2020)/Biro Pers Media Istana.

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar proses pengadaan dan vaksinasi Covid-19 dipercepat tetapi tetap dalam koridor, tahapan atau standard ilmiah yang benar.

Menurutnya, sisi keamanan dan keefektifan vaksin harus menjadi fokus utama. Hal itu dilakukan untuk menghindari munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya vaksinasi.

“Saya minta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan keamanan dan keefektifannya. Keamanan artinya kalau disuntik itu betul-betul memang sudah melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar,” kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/10/2020).

Jokowi menyatakan tidak ingin terjadi kesalahan sedikitpun pada vaksin yang berefek pada kesehatan penerima vaksinasi.

Dia beralasan, satu orang saja yang kesehatannya terdampak buruk akibat vaksinasi, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan ketidakpercayaan di masyarakat pada upaya vaksinasi.

“Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kaidah-kaidah scientific, data-data science, dan standar kesehatan ini dinomorduakan. Tidak bisa,” tegas Jokowi.

Dia pun membenarkan bahwa pemerintah memang mempercepat pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan alasan semua negara kini berlomba-lomba memulihkan kesehatan rakyatnya sehingga berimbas pada peningkatan ekonomi.

Kendati dipercepat, dia meminta agar perencanaan matang tetap diutamakan sehingga keamanan dan kefektifan vaksin sesuai dengan harapan.

“Jangan timbul persepsi bahwa pemerintah itu tergesa-gesa, terburu-buru tanpa mengikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong itu [tahapan ilmiah] betul-betul kita lalui semuanya. Meskipun kita ingin dipercepat tapi sekali lagi hal-hal tadi jangan sampai dilupakan,” jelasnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar harga vaksin Covid-19 terjangkau bagi masyarakat. Dia menuturkan, ada dua skema dalam mengakses vaksinasi yakni secara gratis dan mandiri atau masyarakat harus merogoh kocek untuk memperoleh vaksin.

“Ini juga pengenaan biaya dalam pelaksanaan vaksinasi secara mandiri harus betul-betul dikalkulasi dan dihitung dengan cermat, disiapkan aturannya sejak sekarang atau dari awal. Saya minta harganya juga terjangkau,” ujar Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top