Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Tuding Menuding di Kasus Mega Korupsi Jiwasraya

26 Oktober 2020 | 10:51 WIB
Menjelang sidang putusan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), para terdakwa balik menuding sejumlah pihak sebagai orang-orang yang sebenarnya bertanggung jawab atas perkara belasan triliun rupiah ini.

Bisnis.com, JAKARTA – "Lalu, bagaimana cara saya mengatur dan mengendalikannya?"

Pertanyaan itu disampaikan terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Heru Hidayat ketika membacakan nota pembelaan atau pledoinya dalam sidang lanjutan, Kamis (22/10/2020). Pertanyaan tersebut merujuk kepada tudingan bahwa dirinya mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi (MI) dalam perkara tersebut.

Awalnya, Heru mempertanyakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut dirinya mengatur dan mengendalikan 13 MI melalui Joko Hartono Tirto. Padahal, klaimnya, fakta persidangan berkata lain.

"Dalam persidangan ini, terbukti Joko Hartono Tirto menyatakan saya tidak tahu menahu dan tidak terkait urusan dengan Jiwasraya," ucapnya.

Selain itu, sambung Heru, tidak satupun MI yang dihadirkan dalam persidangan menyatakan pernah berhubungan dan berkomunikasi dengan dirinya. Kemudian, tidak ada saksi yang mengatakan pernah memberikan dana hingga Rp10 triliun kepadanya.

Dalam pembelaannya, dia juga menyinggung bahwa pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun mengungkapkan hanya menghitung uang yang keluar dari Jiwasraya, di mana uang tersebut keluar kepada MI dan digunakan untuk membeli saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top