Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kini Jadi Staf Ahli Menkes, Ini Perjalanan Karier Achmad Yurianto

Achmad Yurianto pertama kali dikenal publik ketika menjadi juru bicara pemerintah dalam penanganan Covid-19. Tapi, perjalanan kariernya di Kementerian Kesehatan cukup panjang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  21:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengangkat Achmad Yurianto sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Posisi terbarunya ini menambah panjang rekam jejak jabatan yang pernah diembannya.

Sebelum menduduksi posisi ini, Yurianto menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebelumnya lagi, dia dikenal publik setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19. Jabatan tersebut membuat Yurianto harus menyampaikan perkembangan informasi terkini terkait pandemi Covid-19 di Indonesia melalui akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setiap sore hari.

Saat menjadi juru bicara ini, dia menjabat sebagai Sekretaris Dirjen P2P Kemenkes. Tak lama setelah ditunjuk sebagai juru bicara, Yurianto diangkat menjadi Dirjen P2P menggantikan Anung Sugihantono.

Posisi juru bicara ini diembannya hingga 21 Juli 2020, ketika Wiku Adisasmito menggantikan dirinya. Hal ini seiring dengan diberlakukannya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional oleh Jokowi.

Setelah itu, Yurianto fokus di tugasnya sebagai Dirjen P2P. Saat itu, dia mengaku tetap bertanggung jawab atas kasus Covid-19, tetapi dalam konteks penyakit menular.

Tapi, baru menjabat selama sekitar 7 bulan, Yurianto kembali digeser. Terawan menerangkan di jabatan barunya, Yurianto dapat berinovasi guna memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan digital.

"Bukan sekadar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu. Pembenahan dan pemantapan organisasi dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja dan penyelenggaraan tugas serta pelayanan yang maksimal," papar Menkes dalam keterangan tertulis seperti dilansir Tempo, Jumat (23/10).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes dokter terawan Achmad Yurianto

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top