Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ribuan Warga Prancis Hadiri Aksi Solidaritas untuk Guru yang Dipenggal

Presiden Emmanuel Macron mengatakan serangan itu memiliki semua ciri "serangan teroris Islam".
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  09:11 WIB
Ribuan orang menghadiri aksi unjuk rasa di seluruh Prancis untuk mendukung Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa
Ribuan orang menghadiri aksi unjuk rasa di seluruh Prancis untuk mendukung Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ribuan orang menghadiri aksi unjuk rasa di seluruh Prancis untuk mendukung Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Orang-orang di Place de la République di Paris mengusung slogan "Je suis enseignant" (Saya seorang guru), sedangkan Perdana Menteri Jean Castex mengatakan: "Kami adalah Prancis!"

Seorang pria bernama Abdoulakh A ditembak mati oleh polisi pada Jumat (16/10/2020), setelah membunuh Paty di dekat sekolahnya dekat Paris.

Sedikitnya 11 orang ditangkap sebagai bagian dari upaya penyelidikan terkait kasus tersebut seperti dikutip BBC.com, Senin (19/10/2020).

Tidak ada rincian yang diberikan tentang penangkapan itu, namun empat kerabat dekat tersangka ditahan tak lama setelah pembunuhan itu. Adapun, enam orang lagi ditahan pada Sabtu (17/10/2020), termasuk ayah dari seorang murid di sekolah dan seorang pengkhotbah yang digambarkan oleh media Prancis sebagai seorang Islamis radikal.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan serangan itu memiliki semua ciri "serangan teroris Islam" dan gurunya telah dibunuh, karena dia "mengajarkan kebebasan berekspresi".

Samuel Paty, guru yang dipenggal kepalanya setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya./Istimewa

Pembunuhan itu terjadi saat persidangan atas serangan 2015 terhadap Charlie Hebdo, majalah satir yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad, sedang berlangsung.

Place de la République di Paris dipenuhi dengan orang-orang yang berunjuk rasa untuk mendukung Paty, 47. Castex dan Wali Kota Paris Anne Hidalgo turut bergabung dengan mereka.

Alun-alun itu adalah tempat demonstrasi besar-besaran di mana 1,5 juta orang menunjukkan solidaritas dengan Charlie Hebdo setelah serangan mematikan pada Januari 2015.

Seorang pengunjuk rasa membawa tanda bertuliskan "tidak ada toleransi untuk semua musuh Republik" dan spanduk lainnya bertuliskan "Saya seorang profesor. Saya sedang memikirkan Anda, Samuel."

Pria lainnya mengatakan kepada Le Figaro bahwa dia adalah seorang muslim Prancis yang ikut aksi demo untuk mengungkapkan rasa jijiknya pada pembunuhan tersebut.

Mereka juga menggelar mengheningkan selama satu menit diikuti oleh permainan Marseillaise. Semua pengunjuk rasa mengenakan topeng untuk melindungi dari Virus Corona.

Castex  membawakan lagu kebangsaan, bersama dengan kata-kata "Anda jangan menakut-nakuti kami ... kami adalah Prancis!"

Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer mengatakan Prancis akan berhasil mengalahkan musuh-musuh demokrasi jika bersatu dan bahwa semua guru di Prancis membutuhkan dukungan.

Nathalie, seorang guru dari Chelles yang berada di Paris, mengatakan kepada Le Monde bahwa dia ada di sana karena dia "menyadari Anda bisa mati karena mengajar".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis guru teroris
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top