Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Hotspot di Australia, Victoria Catat Hanya Satu Kasus Covid-19 Baru

Negara bagian Victoria masih berada di bawah perintah tinggal di rumah sampai rata-rata kasus baru dalam 14 hati terakhir berada di bawah 5.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  08:38 WIB
Petugas keamanan negara bagian Victoria tengah bertugas menjaga di salah satu pantai di Melbourne, Australia. - Bloomberg
Petugas keamanan negara bagian Victoria tengah bertugas menjaga di salah satu pantai di Melbourne, Australia. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Negara bagian Victoria, yang menjadi pusat wabah virus corona Australia, mencatat hanya satu kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hal ini meningkatkan tekanan pada pihak berwenang untuk melonggarkan pembatasan.

Dilansir dari Bloomberg, 5 juta penduduk di ibu kota negara bagian, Melbourne, masih berada di bawah perintah tinggal di rumah sampai rata-rata kasus baru dalam 14 hati terakhir berada di bawah 5.

Sejumlah kritikus, termasuk menteri kesehatan federal, mengatakan target itu terlalu berat. Selain itu, lockdown yang berkepanjangan mempertaruhkan kesehatan mental warga dan membebani ekonomi nasional.

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, akan berpidato di depan media pada hari Minggu dan didesak untuk melonggarkan pembatasan. Perdana Menteri Scott Morrison kembali mempertimbangkan masalah ini pada hari Jumat.

"Pada suatu saat Anda harus dan bergerak maju lagi," kata Morrison kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa negara bagian telah mendapatkan pelonggaran aturan.

Rata-rata kasus dalam 14 hari terakhir di seluruh negara bagian adalah 8,6, sementara ada 17 kasus dengan sumber yang tidak diketahui. Angka tersebut masih merupakan rekor yang dapat dicontoh untuk neraga lain dunia, dengan Inggris, AS, dan banyak negara Eropa menghadapi gelombang kedua di tengah permulaan musim dingin.

Australia telah menjadi pelopor negara-negara yang meraih keberhasilan dalam mengendalikan penularan virus corona dalam komunitas. Lockdown nasional pertama, yang berlangsung sejak Maret hingga Mei, adalah salah satu yang paling sukses di dunia. Langkah tersebut mengurangi jumlah kasus menjadi hanya belasan per hari.

Namun, kegagalan prosedur di hotel karantina untuk pelancong yang kembali dari luar negeri, di tambah komunikasi yang buruk mengenai informasi penting kepada komunitas migran memungkinkan virus menyebar kembali di Victoria.

Sebagian besar wilayah di Australia telah menekan penularan komunitas, karena negara bagian seperti Queensland, Australia Barat, dan Tasmania membatasi masuknya orang dari pusat penyebaran virus.

Akan tetapi, Australia masih menutup internasional untuk pendatang nonresiden, sedangkan warga Australia yang kembali dari luar negeri harus menjalani karantina di hotel atau fasilitas lain yang dikelola pemerintah selama 14 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top