Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Xi Jinping Batuk-batuk Saat Pidato, Terinfeksi Corona?

Dalam sebuah artikel dengan judul "Xi Jinping batuk-batuk di acara Shenzhen," Apple Daily  sebuah surat kabar anti-China menuliskan saat pidato selama 50 menit itu, dia sering berhenti untuk minum air dan batuk berulang kali. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  10:00 WIB
Presiden China Xi Jinping - Bloomberg
Presiden China Xi Jinping - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam pidatonya di Shenzhen untuk memaparkan kelanjutan pengembangan zona ekonomi khusus pertama China, Presiden Tiongkok Xi Jinping terlihat seringkali batuk.

Hal itu, memicu spekulasi jika saat ini kondisi kesehatannya sedang terganggu. Dugaan terinfeksi virus corona pun muncul.

Para kritikus Beijing dan media di China membahas soal kejadian itu.

Dalam sebuah artikel dengan judul "Xi Jinping batuk-batuk di acara Shenzhen," Apple Daily  sebuah surat kabar anti-China menuliskan saat pidato selama 50 menit itu, dia sering berhenti untuk minum air dan batuk berulang kali. 

"Setiap kali Xi berhenti, siaran langsung dari CCTV penyiar negara bagian akan mengarahkan kamera ke tamu yang duduk di luar meja utama, tapi masih bisa menangkap suara batuk dan minuman Xi," kata surat kabar itu.

Epoch Times, dengan video berjudul "Xi Jinping di Shenzhen bahkan langsung menuliskan catatan "Apakah dia terinfeksi ? "

Dan beberapa media Taiwan juga mencatat "batuk hebat" yang dialami Presiden Xi Jinping.

CNN menuliskan, ada banyak alasan Xi untuk batuk tapi bukan karena penyakit. Misalnya, karena tenggorokannya mungkin kering, mengingat dia berbicara selama hampir satu jam.

Kedua, China juga umumnya memiliki gedung ber AC yang dingin yang bisa memicu batuk.

"Penting juga untuk dicatat bahwa China telah melaporkan kurang dari 100 kasus virus korona secara nasional dalam seminggu terakhir, membuat peluang Xi terinfeksi oleh pandemi yang telah membuat dunia terhenti, sangat tidak mungkin," tulis CNN.

Dikutip dari Daily Mail, Pemimpin Komunis itu terdengar batuk berulang kali selama sepuluh menit terakhir pidatonya itu.

TV pemerintah berulang kali memotong dari Xi selama serangan batuk, tetapi menangkap saat dia mengangkat tangannya ke mulut.

Audio juga menangkap Presiden mengucurkan dan menyesap dari segelas air untuk melegakan tenggorokannya.

Namun, kabarnya, rekaman itu disita oleh para kritikus Xi, terutama di Hong Kong, yang berspekulasi tentang kesehatannya di tengah wabah virus korona.

Apple TV, media pro-Hong Kong, anti-Partai Komunis, dan stasiun TV Taiwan, keduanya menayangkan rekaman tersebut, mencatat bahwa Xi 'batuk berulang kali'.

Episode itu, meski singkat, memicu spekulasi bahwa Xi sedang tidak sehat di antara para pengkritiknya, dan bahkan ada dugaan bahwa dia bisa terkena virus corona. 

Tapi, kabar kemungkinan Xi terpapar virus corona disebut  sangat tidak mungkin, karena kasus covid-19 di China sudah bisa ditekan. Namun, muncul juga alasan China menyensor batuknya itu,  menunjukkan betapa sensitifnya masalah ini secara politik.

Para pejabat mengklaim telah menguji 10 juta orang pada Kamis, dan tidak mendeteksi adanya kasus tertular virus lagi.

Pidato Xi di Shenzhen menandai peringatan 40 tahun bekas desa nelayan yang dinyatakan sebagai tempat pertama di China yang mengizinkan usaha bebas.

Dalam pidatonya, Xi berjanji untuk melonggarkan peraturan untuk mendorong industri baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xi jinping pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top