Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 di Argentina Lampaui Angka 900.000

Pemerintah akhir pekan lalu memperketat pembatasan pergerakan penduduk di 18 provinsi selama dua pekan karena maraknya kasus Covid-19.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  13:58 WIB
Seorang pengunjung toko mengenakan masker dan pelindung wajah saat berbelanja di sebuah toko di Buenos Aires, Argentina, pada 14 Mei 2020./Bloomberg - Sarah Pabst
Seorang pengunjung toko mengenakan masker dan pelindung wajah saat berbelanja di sebuah toko di Buenos Aires, Argentina, pada 14 Mei 2020./Bloomberg - Sarah Pabst

Bisnis.com, Jakarta – Kasus Covid-19 di Argentina melampaui angka 900.000 kasus pada hari Senin (12 Oktober).

Pertumbuhan infeksi tinggi terjadi di pusat-pusat berpenduduk besar di wilayah tengah negara itu setelah berbulan-bulan virus terkonsentrasi di Buenos Aires dan pinggiran kota.

Pemerintah akhir pekan lalu memperketat pembatasan pergerakan penduduk di 18 provinsi selama dua pekan karena maraknya kasus Covid-19.

Pada Senin (12 Oktober), Kementerian Kesehatan Argentina menyebutkan jumlah korban tewas mencapai angka 24.186 dan jumlah infeksi total mencapai 903.730. Selama 24 jam sebelumnya, terdapat 318 kasus kematian dan 9.524 yang kasus baru dilaporkan.

Sebagai acuan dari penyebaran virus di luar Buenos Aires, di daerah yang tidak tersentuh virus pada hari-hari awal pandemi, lebih dari 90 persen tempat perawatan intensif di rumah sakit Centenario di kota Rosario, 300 kilometer sebelah utara Buenos Aires, ditempati oleh pasien dengan penyakit Covid-19, kata staf rumah sakit.

Rosario adalah kota pelabuhan utama Argentina yang membawa komoditas pertanian dari sektor pertanian di provinsi Pampas ke pasar ekspor. Argentina adalah pemasok kedelai, jagung, dan gandum global utama.

"Mudah-mudahan kami akan terus seperti ini, dengan tingkat pasien menginap tetap di angka 95 persen hingga 97 persen (tempat tidur ICU) dan margin sempit itu akan memungkinkan kami untuk menetapkan kebijakan pergantian tempat tidur untuk pasien secara wajar," ujar salah satu dokter di unit perawatan intensif Rosario, Juan Pendino seperti yang dikutip dari straitstimes.com 

Selama seminggu terakhir Argentina mencatat hampir 100.000 kasus baru, dengan tingkat positif 72,5 persen pada Minggu (11 Oktober), salah satu tingkat tertinggi di dunia.

"Kami tidak akan menjadi normal lagi baik dalam jangka pendek maupun menengah sampai kami memiliki tingkat imunisasi yang tinggi dari populasi, baik secara alami atau melalui vaksin," Ujar Dr Gerardo Laube, seorang dokter spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Muniz di Buenos Aires, mengatakan kepada stasiun radio lokal, pada hari Senin (12 Oktober).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top