Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh, Tim Taskforce Akui Kesulitan Tangani Kasus Covid-19 di Bekasi

Kota Bekasi, menurut Kepala Dinas Kesehatan Bekasi, sangat tidak mudah menurunkan angka Covid-19, karena masyarakanya dari suku dan budaya yang berbeda-beda.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  09:32 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memantau protokol kesehatan salah satu pusat perbelanjaan di masa adaptasi kebiasaan baru. - Antara\n\n
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memantau protokol kesehatan salah satu pusat perbelanjaan di masa adaptasi kebiasaan baru. - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Tim Taskforce Covid-19 meninjau perkembangan kasus Covid-19 di Bekasi. Diakui penanganan di Bekasi tidak mudah

Dalam peninjauannya, Ketua Taskforce yang juga Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung Siti Nadia Tarmidzi bersama Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Andi Saguni melakukan evaluasi di Kota Bekasi dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu penurunan angka dan antisipasi lonjakan, keperluan ruang perawatan atau ICU, distribusi peralatan medis, pelaksanaan dan pelayanan sesuai Pedoman Tata Laksana Covid-19, dan seputar tenaga untuk sosialisasi pedoman.

“Kami mengajak Dinkes dapat memberikan advokasi kepada organisasi profesi atau unit terkait dalam menanggulangi Covid-19 agar mendapat satu pemahaman, sehingga dapat berjalan bersama-sama untuk penanganannya” ujar Siti melalui keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (4/10/2020).

Kota Bekasi, menurut Kepala Dinas Kesehatan Bekasi, sangat tidak mudah menurunkan angka Covid-19, karena masyarakanya dari suku dan budaya yang berbeda-beda.

Adapun, masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas diluar kota seperti Jakarta, sehingga dalam penangan ini perlu adanya kerja sama antar dinas terkait lainnya, tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan masyarakat secara keseluruhan yang berada di 12 kecamatan, 56 kelurahan.

Saat ini, Kota Bekasi memiliki 46 rumah sakit, 43 puskesmas, hampir 500 klinik, dan 4 RSUD. Satu RSUD kelas B, dan selanjutnya tahun 2019, ada penambahan 3 RSUD kelas D dengan jumlah pendudukk 3 juta jiwa.

Dalam kunjungan ke RSUD tipe D, yaitu RSUD Pondok Gede, Jatisampurna dan Bantar Gebang tercatat di Kelas D sudah memiliki 21 tempat tidur dan 15 bed yang sudah dilayani.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang sudah memberikan bantuan-bantuannya bagi kota Bekasi, sehingga dapat melakukan inovasi-inovasi,” ucap Kadinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang juga turut meninjau Gedung Isolasi Stadion Patriot Candrabhaga sekaligus mengunjungi ruang-ruang pelayanan yang ada, mengatakan GOR Candrabhaga disiapkan dalam menghadapi lonjakan luar biasa.

“Laju pertambahan kasus Covid-19 di kota Bekasi sudah melambat dan laju pemulihan sudah naik. Kesembuhan yang awalnya 78 persen menjadi 95 persen dengan angka kematian 4 persen sekarang 3 persen di Kota Bekasi,” ungkap Wali Kota Bekasi.

Inovasi yang dilakukan antara lain dengan pembentukan RW Siaga Penanganan Covid-19 yang saat ini sedang tahap penilaian. Pembentukkan RW Siaga bertujuan memberi rangsangan kepada masyarakat di masing-masing RW agar peduli terhadap penanganan Covid-19.

Upaya lainnya pemerintah juga membentuk Bina Wilayah yang bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat setiap saat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota bekasi covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top