Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aktivitas Pelabuhan AS Melonjak Seiring Kenaikan Impor

Pelabuhan di AS mengalami banjir impor peti kemas sementara rel kereta api dan truk membawa barang-barang tersebut ke titik distribusi. Lonjakan aktivitas itu berakar pada kemacetan ekonomi yang membuat bisnis bergantung pada persediaan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 September 2020  |  13:57 WIB
Ilustrasi kapal kontainer -  Bloomberg
Ilustrasi kapal kontainer - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas pelabuhan di Amerika Serikat memuncaki arus tersibuk dalam beberapa tahun seiring ekonomi yang bergerak kembali. Hal itu dinilai memberikan dukungan penting untuk pemulihan ekonomi yang moderat di wilayah lain.

Pelabuhan di AS mengalami banjir impor peti kemas sementara rel kereta api dan truk membawa barang-barang tersebut ke titik distribusi. Lonjakan aktivitas itu berakar pada kemacetan ekonomi yang membuat bisnis bergantung pada persediaan. Kini ketika permintaan meningkat, persediaan menipis.

Penyetokan ulang telah menyebabkan rekor impor peti kemas ke Pelabuhan Los Angeles dan meningkatkan jumlah muatan mobil antarmoda untuk jalur kereta api nasional. Itu semua menambah dukungan vital untuk pemulihan ekonomi di tengah kebuntuan atas bantuan pemerintah dan kurangnya vaksin virus Corona.

Di Pelabuhan Los Angeles yang merupakan pelabuhan peti kemas terbesar AS, impor unit setara 20 kaki naik ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 516.286 pada Agustus. Perekonomian di seluruh dunia yang berada pada jalur pemulihan mendorong biaya pengiriman menjadi tertinggi dalam delapan tahun.

Produksi pabrik yang stabil dan jaringan transportasi yang sibuk akan membantu perekrutan bahan bakar, jam kerja, dan pendapatan. Hal itu, pada gilirannya, dapat meningkatkan konsumsi yang telah melambat karena pandemi.

"Putaran umpan balik positif sedang berlangsung. Ini bisa menjadi sangat kuat kali ini karena kekurangan inventaris cukup besar," kata Neil Dutta, kepala penelitian ekonomi AS di Renaissance Macro Research, dilansir Bloomberg, Rabu (23/9/2020).

Gene Seroka, Direktur Eksekutif Pelabuhan Los Angeles mengatakan sejak Mei telah terjadi penambahan persediaan gudang yang signifikan. Lonjakan impor itu juga didorong peritel yang tengah menyiapkan belanja konsumen pada musim liburan.

Beban gerbong kereta api juga telah meningkat seiring dengan kenaikan perdagangan lintas laut. Chief Executive Officer Union Pacific Corp Lance Fritz mengatakan permintaan berada pada atau mendekati level musim puncak didorong oleh e-commerce dan penyetokan ulang.

Rel kereta api mendapat keuntungan dari pasar angkutan truk yang ketat. Penggunaan truk AS, yang mencakup ukuran volume, tarif, dan kapasitas pengangkutan, melonjak tajam pada Juni.

"Prospek jangka pendek tetap menguntungkan bagi operator," kata Avery Vise, Wakil Presiden Bidang Truk untuk Freight Transportation Research Associates.

Sementara itu, FedEx Corp. mengantisipasi pengiriman pada puncak musim liburan yang berbeda dari sebelumnya. Chief Operating Officer Rajesh Subramaniam mengatakan FedEx akan menambah 70.000 pekerjaan di seluruh AS.

Lonjakan dalam e-commerce mendorong perusahaan untuk memundurkan target 100 juta pengiriman per hari hingga 2023. FedEx mengatakan bahwa belanja layanan telah bergeser ke barang dan permintaan yang tertunda karena lockdown telah memberikan dorongan itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan amerika serikat

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top