Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aplikasi Dilarang di AS Mulai Minggu, TikTok Gugat Pemerintahan Trump

Gugatan tersebut menandai kedua kalinya TikTok menentang tindakan Presiden Donald Trump lewat pengadilan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 September 2020  |  14:11 WIB
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – TikTok meminta hakim federal di Washington untuk memblokir larangan terhadap penggunaan aplikasi video musik tersebut oleh warga Amerika Serikat.

TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance Ltd., mengajukan gugatan pada Jumat larut malam yang menentang langkah-langkah pemerintahan Trump untuk mencegah aplikasi tersebut beroperasi di AS.

Gugatan tersebut menandai kedua kalinya TikTok menentang tindakan Presiden Donald Trump lewat pengadilan, dan membawa pertarungan geopolitik atas teknologi dan perdagangan ke dalam sistem hukum AS.

Pemerintahan Donald Trump mengambil tindakan terhadap raksasa internet China di Amerika Serikat dengan mengeluarkan larangan WeChat dan TikTok dari Apple Inc. dan toko aplikasi Google dengan dalih ancaman keamanan nasional.

Selama berbulan-bulan, Trump menyampaikan rencana untuk menindak WeChat, aplikasi pesan instan milik Tencent Holdings Ltd. yang berbasis di Shenzhen, dan TikTok, aplikasi video musik yang dimiliki oleh ByteDance Ltd. yang berbasis di Beijing.

Trump menuding dua aplikasi tersebut memungkinkan pejabat China mengumpulkan data tentang puluhan juta pengguna di AS dan memanipulasi informasi yang dibagikan oleh orang Amerika.

ByteDance mengatakan Trump telah melebihi otoritasnya dan melakukannya karena alasan politik, bukan karena menghentika ancaman terhadap keamanan nasional. TikTok juga mengatakan larangan itu melanggar hak kebebasan berbicara pada Amandemen Pertama.

“Tindakan Trump akan menghancurkan komunitas online tempat jutaan orang Amerika berkumpul untuk mengekspresikan diri,” tulis gugatan tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

Perusahaan mengklaim bahwa pemerintah AS telah mengabaikan bukti yang menunjukkan komitmen TikTok terhadap privasi dan keamanan penggunanya di AS.

Pada 6 Agustus, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mengatakan dia akan melarang transaksi dengan aplikasi dalam waktu 45 hari, dengan alasan bahwa kepemilikan keamanan nasional.

TikTok menggugat perintah eksekutif di pengadilan federal di Californa pada Agustus. Tetapi pada hari Jumat, Departemen Perdagangan mengatakan TikTok akan dilarang di AS mulai 12 November kecuali jika dapat menyelesaikan kesepakatan pengambilalihan yang meredakan kekhawatiran pemerintah.

Perintah Trump ini menyusul penyelidikan oleh Komite Investasi Asing di AS, yang meninjau usulan akuisisi bisnis domestik oleh investor luar negeri untuk masalah keamanan nasional.

Padahal, ByteDance telah mencapai kesepakatan untuk menjual saham minoritas kepada Oracle Corp. dan investor lainnya. Namun kesepakatan tersebut dinilai gagal memenuhi semua persyaratan keamanan dari Pemerintah.

Gugatan tersebut diajukan ketika Trump meningkatkan kampanyenya melawan China. Ia menganggap bahwa sikap keras terhadap Beijing akan membantunya memenangkan pemilihan November, meskipun mengecewakan jutaan pengguna TikTok.

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mendesak perusahaan Amerika untuk melarang aplikasi China dari toko aplikasi mereka, sebagai bagian dari panduan "Clean Network" guna mencegah pihak berwenang di China mengakses data pribadi warga AS.

Pemerintahan Trump juga memerintahkan larangan mengunduh aplikasi perpesanan WeChat milik China mulai hari Minggu. Sekelompok pengguna di AS menggugat larangan itu di pengadilan California.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump TikTok
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top