Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) menunjukkan kesepakatan fase pertama terkait penyelesaian sengketa dagang kedua negara di Gedung Putih, Washington DC, AS, Rabu (15/1/2020). - Bloomberg/Zach Gibson
Premium

China Menang di WTO, Perang Dagang Berakhir?

16 September 2020 | 10:46 WIB
World Trade Organization (WTO) telah menyatakan AS melanggar ketentuan dagang internasional dengan menerapkan tarif impor terhadap China. Mengapa hal ini tidak berarti perang dagang telah berakhir?

Bisnis.com, JAKARTA — World Trade Organization (WTO) akhirnya mengeluarkan putusan atas konflik dagang AS-China. Dalam laporan yang disampaikan pada Selasa (15/9/2020), organisasi perdagangan dunia itu menyatakan AS telah melanggar aturan dagang internasional dengan menerapkan tarif impor atas komoditas dari China pada 2018.

Pada 2018, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjatuhkan tarif impor sebesar US$400 miliar atas barang-barang yang diekspor China.

"AS tidak mampu menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil dapat dibenarkan secara aturan," demikian disampaikan panel WTO dalam laporannya seperti dikutip Bisnis.

Walaupun penggunaan Pasal 301 UU Perdagangan yang dibuat pada 1974 bukanlah sesuatu yang baru, tapi beleid itu gugur setelah AS menyetujui untuk menggunakan proses penyelesaian sengketa dari WTO pada 1990-an. Pasal tersebut memungkinkan Kepala Negara untuk memperketat perdagangan yang terkait negara lain yang dinilai merugikan AS.

Adapun China mengklaim penetapan tarif tersebut melanggar ketentuan WTO karena tidak dijalankan terhadap seluruh anggota organisasi tersebut. Beijing juga menuding tarif ini melanggar aturan kunci dalam penyelesaian sengketa yang mengharuskan negara-negara terkait untuk terlebih dulu mencari jalan keluar bersama WTO sebelum memberlakukan kebijakan perlawanan terhadap negara lain.

Lantas, apakah keputusan ini bakal mengakhiri perang dagang AS-China yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun dan memiliki dampak yang besar terhadap ekonomi global? Sayangnya, kemungkinan besar tidak.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top