Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seorang pelayan mengenakan masker melayani pelanggan di Cafe Florian di Piazza San Marco di Venesia, Italia, Jumat (12/6/2020). - Bloomberg/Andrea Merola
Premium

Dapat Kucuran Stimulus Uni Eropa, Waktunya Italia Menjawab Keraguan

14 September 2020 | 15:03 WIB
Ekonomi Italia yang makin terpuruk setelah datangnya pandemi Covid-19 mendapat harapan untuk bangkit setelah mendapat kucuran stimulus Uni Eropa. Bagaimana Pemerintah Italia akan memanfaatkan dana ini di tengah keraguan banyak pihak?

Bisnis.com, JAKARTA — Usai Uni Eropa memutuskan Italia sebagai penerima dana stimulus Covid-19 terbesar, Perdana Menteri Giuseppe Conte tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya.

“Kami harus melangkah berani. Ini adalah momen untuk membangun kembali Italia,” katanya seperti diwartakan Wall Street Journal, Minggu (13/9/2020).

Wajar jika hadirnya dana hibah dan pinjaman senilai 200 miliar euro—setara US$236,95 miliar—tersebut bikin pemerintah, termasuk Conte sumringah. Sebab, duit itu akan membuat Italia lebih leluasa menyusun anggaran belanja mereka.

Dalam 25 tahun terakhir, Italia memang terkenal sebagai negara dengan anggaran serba mepet.

Pada 2019 saja, anggaran yang disusun Roma tercatat hanya defisit 1,6 persen, lebih rendah dari target 2,2 persen yang dicanangkan pemerintah. Angka ini merupakan rekor terendah Italia sejak 2007, dan juga jauh lebih rendah dari standar defisit Uni Eropa (UE) yang sebesar 3 persen.

Pemborosan pada era 1980-an, yang bikin utang jangka panjang negara membumbung tinggi, bikin negara Eropa Selatan itu terpaksa serba hemat dan meminimalisir defisit besar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top