Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warung Manyung Bu Fat Jadi Klaster Baru Covid-19? Ini Faktanya

Menurut pihak Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah, sebelumnya memang ada pasien yang dirawat di rumah sakit yang merupakan karyawan di rumah makan tersebut.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 11 September 2020  |  16:37 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, SEMARANG -  Penyuka Ikan Mangut Manyung Bu Fat bisa jadi kaget dengan kabar ini. Disebutkan bahwa Warung Ikan Mangut Manyung Bu Fat di Semarang, menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Betulkah demikian? Bisnis.com mendapat gambaran soal duduk perkara yang sebenarnya terkait kabar tersebut.

Menurut pihak Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah, sebelumnya memang ada pasien yang dirawat di rumah sakit yang merupakan karyawan di rumah makan tersebut.

"Kemudian sekitar 25 orang kami swab yang ada di rumah makan itu. Dari swab itu kita temukan 5 orang positif," ujar Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam.

Lebih jauh dia menyebutkan tidak ada penambahan klaster.

"Cuma itu aja tambahannya," ujar Abdul Hakam memastikan.

Warung Ikan Mangut Manyung Bu FatI merupakan tujuan wisata kuliner legendaris. Letaknya tak jauh dari Simpang Lima.

Masyarakat Semarang sudah tak asing dengan nama Warung Ikan Mangut Manyung Bu Fat yang berpusat  di Jalan Ariloka, Semarang Barat tersebut.

Ikan manyung kha Bu Fat telah kesohor dan menjadi primadona kuliner di Semarang. Banyak tokoh terkenal yang singgah di rumah makan ini untuk mencicipi sensasi mangut yang pedas dan ikan manyung asap yang khas.

Warung makan ini selalu ramai saat jam makan siang. Bahkan tak jarang pelanggan harus antre untuk dapat menyesap nikmatnya ikan manyun dengan balutan bumbu mangut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top