Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Covid-19: Kondisi Pandemi di Indonesia Mengkhawatirkan

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan Indonesia belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasional.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 03 September 2020  |  17:32 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia kembali mengkhawatirkan. Padahal Satgas sempat mengklaim berhasil mengendalikan penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Beberapa minggu terakhir terlihat peningkatan jumlah kasus secara signifikan dan ini semua tentu yang dulunya kita bisa kendalikan sekarang terjadi kondisi yang mengkhawatirkan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2020).

Dengan demikian, kata Wiku, Indonesia belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasional. Hal ini menjadi tugas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kedisplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dia melanjutkan bahwa ada 4 provinsi yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Mengutip data Kementerian Kesehatan, keempat provinsi ini berkontribusi 61,18 persen terhadap total kasus baru per hari secara nasional pada 3 September 2020.

Secara umum Ibu Kota mengalami peningkatan kasus baru setiap pekan. Sebanyak 5 dari 6 wilayah administratif di DKI Jakarta berstatus zona merah atau memiliki tingkat risiko penularan tinggi. Namun, angka kematian di wilayah ini terkendali di bawah rata-rata nasional, yakni 2,92 persen, sedangkan angka nasional 4,2 persen.

Kemudian penambahan kasus baru di provinsi Jawa Barat fluktuatif, tetapi cenderung meningkat. Per 3 September 2020, kasus harian di provinsi ini berkontribusi 6,57 persen terhadap total kasus harian nasional.

Sama seperti DKI Jakarta, tingkat kematian pasien Covid-19 di Jawa Barat tergolong terkendali, yakni 2,4 persen atau di bawah rata-rata nasional.

Pada periode yang sama Jawa Tengah dan Jawa Timur juga mengalami penambahan kasus secara fluktuasi. Namun, Jawa Tengah melaporkan penambahan kasus yang cenderung menurun, sedangkan Jawa Timur meningkat.

Wiku mengingatkan kedua provinsi tersebut memiliki pekerjaan rumah yang sama. Selain menekan penambahan kasus baru, Jateng dan Jatim juga perlu menekan angka kematian.

Pasalnya, dua wilayah ini melaporkan tingkat kematian di atas rata-rata nasional. Secara berurutan, tingkat kematian pasien Covid-19 di Jateng dan Jatim, sebesar 7,22 persen dan 7,07 persen.

“Kasus meninggal perlu menjadi perhatian agar bisa ditekan paling tidak sama dengan angka nasional,” tegas Wiku.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali bila dibandingkan dengan kondisi negara lain. Namun, dia mencatat beberapa daerah terjadi peningkatan kasus yang signifikan.

“Indonesia masih terkendali dan ini yang harus kita jaga bahwa pengendalian manajemen Covid ini betul-betul masih dalam posisi terkendali,” kata Presiden Jokowi membuka rapat terbatas dengan para gubernur secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Kendati Jokowi mengatakan virus Corona di Indonesia masih terkendali, tetapi dia meminta para kepala daerah memperhatikan data dan pergerakan statistik kasus di masing-masing daerah.

Presiden juga meminta para pimpinan daerah berhati-hati karena berbagai negara kembali terjadi tren peningkatan kasus positif, baik di wilayah Eropa dan kawasan Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top