Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biayai Stimulus, Korea Selatan Terbitkan Surat Utang US$145 Miliar Tahun Depan

Dari total surat utang tersebut, 63,2 triliun won diantaranya akan digunakan untuk membayar utang yang jatuh tempo. Ini berarti penerbitan baru bersih sebesar 109,7 triliun won.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 September 2020  |  09:14 WIB
Istana Changdeok, Korea Selatan ditutup karena pandemi virus corona. - Visit Korea
Istana Changdeok, Korea Selatan ditutup karena pandemi virus corona. - Visit Korea

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Selatan bersiap untuk satu tahun lagi penerbitan obligasi karena pemerintah akan meningkatkan anggarannya sebesar 8,5 persen pada 2021.

Berdasarkan proposal anggarannya, An Il-whan, Wakil Menteri Kedua Kementerian Keuangan menyatakan pihaknya akan menerbitkan utang negara sebesar 172,9 triliun won (US$145,6 miliar) tahun depan.

Menurut pernyataan kementerian keuangan, dari total jumlah yang direncanakan untuk 2021, 63,2 triliun won diantaranya akan digunakan untuk membayar utang yang jatuh tempo. Ini berarti penerbitan baru bersih sebesar 109,7 triliun won.

Menurut pejabat Kemenkeu yang enggan disebutkan namanya, hingga 89,7 triliun won akan dikeluarkan sebagai utang pembiayaan defisit, sementara hingga US$1,5 miliar akan menjadi obligasi stabilisasi valuta asing.

Surat utang ini akan melampaui 167 triliun won yang direncanakan untuk 2020, sebagai dampak dari virus Corona yang memaksa pembuat kebijakan untuk menyusun tiga anggaran tambahan. Awalnya diperkirakan bahwa penerbitan tahun ini akan mencapai 130,2 triliun won.

"Ini adalah ukuran yang cukup besar. Tidak dapat dihindari bahwa obligasi melemah lebih jauh karena dampak ketidaksesuaian antara penawaran dan permintaan terus meningkat," kata Shin Earl, seorang analis pendapatan tetap di SK Securities Co., dilansir Bloomberg, Selasa (1/9/2020).

Banjir pasokan yang datang ke pasar terbukti dalam kenaikan imbal hasil pada Agustus yang meningkat pesat minggu lalu ketika Gubernur Lee Ju-yeol mengurangi harapan bahwa Bank of Korea akan meningkatkan pembelian dalam waktu dekat.

Hasil obligasi 10 tahun negara naik untuk hari keenam sebesar 3 basis poin menjadi 1,54 persen hari ini.

Pemerintah akan menyerahkan RUU anggaran sebesar 555,8 triliun won ke parlemen pada Kamis pekan ini. Besaran akhir dari anggaran dan penjualan obligasi akan dirilis setelah persetujuan dari anggota parlemen Korea Selatan, yang diharapkan rilis akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan surat utang negara stimulus

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top