Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kanan) yang ditangkap di Malaysia menuju Bareskrim Polri setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7/2020). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Premium

Kasus Red Notice Djoko Tjandra: Ketika Uang Punya Kuasa

26 Agustus 2020 | 05:15 WIB
Sedikit demi sedikit kasus Djoko Tjandra mulai terkuak. Dalam pengurusan penghapusan red notice terungkap ada dana yang mengalir dari Sang Djoker.

Bisnis.com, JAKARTA - Ungkapan uang punya kuasa tampaknya berlaku benar dalam kasus Djoko Tjandra. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka kasus pencabutan red notice Djoko Tjandra.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah memeriksa Tommy Sumardi (TS), tersangka kasus dugaan suap kepada dua jenderal polisi yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Tommy Sumardi menjalani pemeriksaan hampir 12 jam di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/8/2020). Hasil pemeriksaan terungkap adanya aliran uang dari Djoko Tjandra untuk pengurusan penghapusan red notice tersebut..

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan tersangka Tommy menepati janji untuk hadir dalam pemeriksaan hari ini. Awalnya, Tommy dijadwalkan untuk diperiksa pada Senin (24/8).

Selain Tommy, penyidik juga memeriksa tersangka Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon.

"Tersangka TS dicecar pertanyaan oleh penyidik kurang lebih 60 pertanyaan. Tersangka PU ditanya sekitar 50 pertanyaan dan tersangka NB dicecar kurang lebih 70 pertanyaan," kata Awi di Bareskrim Polri.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top