Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Larangan WeChat di AS Diyakini Tak Berdampak Besar, Saham Tencent Melonjak

Pemerintahan Trump secara pribadi berusaha meyakinkan perusahaan di AS termasuk Apple Inc. bahwa mereka masih dapat menggunakan WeChat di China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  12:57 WIB
Ilustrasi - Aplikasi Wechat. Bloomberg -  Andrew Harrer
Ilustrasi - Aplikasi Wechat. Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Tencent Holdings Ltd. melonjak dengan laju tertinggi sejak dua pekan setelah pejabat Gedung Putih meyakinkan bahwa larangan pada aplikasi WeChat tidak akan seluas yang dikhawatirkan.

Dilansir dari Bloomberg, saham induk aplikasi WeChat ini melonjak 4,2 persen di bursa Hong Kong pada hari Senin (24/8/2020). Salah seorang sumber mengatakan bahwa pemerintahan Trump secara pribadi berusaha meyakinkan perusahaan di AS termasuk Apple Inc. bahwa mereka masih dapat menggunakan WeChat di China.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat senior pemerintahan AS telah menghubungi sejumlah perusahaan karena menyadari bahwa dampak larangan pada aplikasi ini dapat menghancurkan industri teknologi, ritel, game, telekomunikasi, dan industri lainnya di AS.

Manajemen perusahaan awal bulan ini berusaha meyakinkan investor bahwa perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada 6 Agustus lalu hanya dapat berlaku untuk operasi WeChat di luar China.

Sebelumnya, Trump memicu kehebohan setelah menandatangani perintah eksekutif yang melarang perusahaan di AS berurusan dengan perusahaan teknologi china, termasuk WeChat.

Kebingungan melanda investor karena bahasa dari perintah eksekutif tersebut Trump membuka kemungkinan pemerintah AS akan memperluas larangan terhadap layanan di luar AS. Saham Apple jatuh di tengah kekhawatiran bahwa tindakan tersebut dapat mengganggu penjualan iPhone di pasar terbesarnya setelah AS.

Setelah perintah eksekutif tersebut dikeluarkan, kapitalisasi pasar Tencent langsung amblas hingga US$66 miliar. Namun, saat ini valuasi saham telah rebound hingga US$44 miliar.

Analis Bloomberg, Vey-Sern Ling dan Tiffany Tam mengatakan lobi yang intens oleh perwakilan bisnis AS seperti Walmart, General Motors, Best Buy, dan Target memperkuat pentingnya WeChat untuk menjangkau konsumen di China.

“Dampak penjualan pada Tencent dari larangan WeChat oleh Presiden Donald Trump mungkin masih minim karena pemerintah tampaknya mempersempit ruang lingkup untuk melindungi bisnis AS di China,” ungkap mereka.

Namun, risiko masih terbuka sampai rincian perintah eksekutif dikeluarkan. Pejabat senior pemerintahan AS tengah mempertimbangkan ruang lingkup larangan yang diperintahkan oleh Trump tersebut.

Meskipun perusahaan diizinkan untuk berbisnis dengan WeChat, individu mungkin masih menghadapi pembatasan dalam menggunakan aplikasi di AS. Sekelompok pengguna WeChat AS mengajukan keluhan ke pengadilan federal di San Francisco hari Jumat (21/8) guna memprotes perintah eksekutif tersebut. Mereka mengatakan larangan itu akan melanggar hak-hak mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wechat Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top