Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

70,1 Pasien Corona di DKI Jakarta Sembuh

Sementara itu, angka kematian bertambah 16 orang menjadi 1.107 orang dan kasus konfirmasi bertambah 637 menjadi 33.636 orang dan menjadi tambahan kasus tertinggi se-Indonesia
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Agustus 2020  |  17:16 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat angka kesembuhan di Jakarta mencapai 70,1 persen pada Minggu (23/8/2020).
Tercatat pada Jumat tambahan kasus sembuh di DKI Jakarta sebanyak 690 sehingga totalnya menjadi 23.567 orang.

Sementara itu, angka kematian bertambah 16 orang menjadi 1.107 orang dan kasus konfirmasi bertambah 637 menjadi 33.636 orang dan menjadi tambahan kasus tertinggi se-Indonesia.

Dengan catatan tersebut, tingkat kesembuhan di DKI Jakarta saat ini sedikit lebih tinggi daripada angka kesembuhan nasional di 70 persen. Adapun, tingkat kesembuhan DKI Jakarta juga masih jauh dari target WHO di angka 80-90 persen.

"Pemprov DKI terus melakukan tes secara masif untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat segera isloasi atau perawatan secara cepat. Hari ini, tes PCR dilakukan sebanyak 6.255 spesimen, 5.122 di antaranya untuk diagnosis kasus baru," terangnya.
Untuk jumlah tes total per 1 juta penduduk per hari ini tercatat sebanyak 52.034 spesimen. Sementara dengan WHO mentapkan standar per minggu 1.000 per 1 juta penduduk, artinya Jakarta harus melakukan pemeriksaan minimal 10.645 orang, bukan spesimen, per minggu atau 1.251 orang per hari.

"Jakarta sudah lebih dari 5 kali lipat dari standar WHO. strategi 3T [test, tracing, treatment] sangat penting dalam penanganan wabah. Jumlah tes yang tidak memenuhi standar mebuat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak sehingga semakin banyak yang tidak terisolasi dan semakin meningkatkan potensi penularan Covid-19," ungkapnya.

Adapun darin total 33.636 kasus, positivity rate di DKI Jakarta sebanyak 6,1 persen, jauh lebih rendah daripada Indonesia sebesar 13,3 persen, tapi masih lebih tinggi dari standar WHO 5 persen.

Pada perpanjangan kembali PSBB Transisi Fase 1 ini, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri Covid-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.
“Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko Covid-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta,” kata Fify Minggu (23/8/2020).

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memperketat kegiatan-kegiatan yang berpotensi mendatangkan kerumunan di ruang publik. Seperti, meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dan meniadakan Kawasan Khusus Pesepeda (KKP).

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top