Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Klaim Telah Berhasil Mengatasi Pandemi Virus Corona Baru

Para ilmuwan di Inggris telah belajar dengan cepat terkait virus corona (Covid-19), sehingga penanganan yang dilakukan lebih cepat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  10:12 WIB
Pengungsi asing menjalani tes usap massal di gedung eks-Kodim Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/7/2020). - ANTARA/Devi Nindy
Pengungsi asing menjalani tes usap massal di gedung eks-Kodim Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/7/2020). - ANTARA/Devi Nindy

Bisnis.com, JAKARTA – Profesor Inggris mengklaim bahwa negaranya telah berhasil mengalahkan pandemi virus corona baru berkat peningkatan kualitas perawatan yang dimiliki saat ini.

Analisis dari Intensive Care National Audit and Research Centre menyebut kini lebih banyak pasien berpenyakit parah yang bertahan karena dokter mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19.

Dilaporkan bahwa jumlah orang dengan Covid-19 di rumah sakit telah turun sekitar 96 persen sejak puncak pandemi pada April lalu. Selain itu, risiko kematian setelah masuk ke perawatan intensif juga turun dari 42 persen menjadi 20 persen.

Anthony Gordon, profesor anestesi di Imperial College London menyebut ada berbagai faktor yang mendukung perbaikan tersebut. Menurutnya, ini merupakan penyakit baru dan ilmuwan belajar dengan cepat tentang bagaimana mengobati dan penanganannya.

“Uji klinis di negeri ini telah mengembangkan bukti baru untuk mengetahui pengobatan terbaik. Penggunaan steroid – deksametason – saya pikir telah sangat membantu. Baru-baru ini kami lihat lonjakan yang mereda karena kami merawat lebih sedikit pasien,” katanya seperti dikutip Express, Senin (10/8/2020).

Gordon mengatakan bahwa orang yang rentan biasanya lebih mungkin untuk jauh sakit pada hari-hari awal wabah penyakit terjadi, yang berarti bahwa orang yang jatuh sakit atau terinfeksi saat ini mungkin lebih mampu melawan virus.

Dia mengakui pada situasi krisis puncak, ada banyak kesalahan yang terjadi dalam menangani pasien yang terus berdatangan. Rumah sakit dan petugas kesehatan didorong hingga batasnya selama masa awal hingga puncak pandemi.

“Kami benar-benar didorong hingga batasnya dan sekarang itu telah mereda. Ada jauh lebih sedikit pasien yang sakit kritis sekarang, dan itu membuatnya lebih mudah untuk merawat pasien yang sakit parah ini.

Hingga minggu lalu, ada sekitar 638 orang dirawat di rumah sakit Inggris karena virus. Jumlah ini turun sekitar 96 persen dari angka 17/172 pasien yang dirawat pada 12 April, ketika Covid-19 di Inggris sedang berada di puncak krisis.

Selain itu, jumlah orang yang mendapatkan ventilasi mekanis juga turun 98 persen menjadi 57. Ini berarti 9 persen pasien rumah sakit Covid-19 saat ini berada di tempat tidur dengan ventilasi, turun dari 16 persen pada April.

Chris Hopson, kepala eksekutif NHS Providers mengatakan bahwa penurunan tajam pada pasien Covid mencerminkan kerja fantastis para pejuang garis depan di rumah sakit, layanan kesehatan, dan komunitas masyarakat. Mereka tetap berjuang kendati keadaan seringkali sangat menantang.

“Ini juga menunjukkan cara orang-orang di seluruh negeri [Inggris] bersatu untuk menyerukan perlindungan... Kemajuan ini telah dicapai dengan susah payah, tapi bisa dengan mudah hilang jika kita membiarkan dan berpuas diri,” katanya.

Meskipun telah menunjukkan hasil yang positif, Hopson tetap memperingatkan bahwa ancaman Covid-19 belum hilang sepenuhnya dan NHS menghadapi beberapa bulang yang sulit untuk mempersiapkan musim dingin.

Sementara itu, Ron Daniels, konsultan perawatan intensif di Birmingham mengatakan bahwa kondisi saat ini mungkin menunjukkan bahwa masyarakat Inggris hampir mencapai herd immunity, proporsi yang cukup tinggi dari masyarakat yang kebal terhadap penyakit tertentu.

Namun demikian, dia juga memperingatkan bahwa kemungkinan adanya gelombang kedua infeksi Covid-19 tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk tetap menjaga diri dan lebih banyak berada di rumah hingga beberapa waktu ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top