Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ilmuwan China Ungkap Covid-19 Berasal dari Laboratorium Militer

Li-Meng Yan, seorang Ilmuwan dari China menyebut virus Corona berasal dari laboratorium militer China.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  15:43 WIB
Seorang petugas mempersiapkan peralatan untuk tindakan medis pasien terinfeksi virus corono Wuhan di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, belum lama ini. - Antara/Aswaddy Hamid
Seorang petugas mempersiapkan peralatan untuk tindakan medis pasien terinfeksi virus corono Wuhan di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, belum lama ini. - Antara/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, JAKARTA - Ilmuwan China yang kabur ke Amerika Serikat, Li-Meng Yan menyebut virus Corona berasal dari laboratorium militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, bukan dari pasar basah Wuhan seperti dipahami selama ini.

Hal itu diungkap Yan dalam wawancara dengan TaiwanNews seperti dikutip situs web En.As.com, Selasa (28/7/2020).

Yan, yang merupakan ahli virologi dan imunologi di School of Public Health The University of Hong Kong (HKU), sebelumnya melarikan diri ke Amerika Serikat karena jiwanya terancam setelah memaparkan fakta itu.

"Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Pasar basah di Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," ujarnya.

Wanita itu mengaku sejak awal sudah buka suara karena melihat dokter dan pasien yang tidak bersalah berjatuhan akibat terinfeksi Covid-19.

Sebagai dokter dan ilmuwan, dia mengatakan tidak dapat bersikap acuh tak acuh. Selama penelitiannya menyangkut masalah penularan virus dari manusia ke manusia. Dia mengklaim telah melacak sumber wabah itu ke PLA.

Dia kemudian melaporkan temuan itu kepada atasannya, namun tidak ditanggapi serius.

"Saya tahu bahwa begitu saya berbicara, saya bisa hilang kapan saja, sama seperti semua demonstran yang berani di Hong Kong. Saya bisa hilang kapan saja. Bahkan nama saya tidak akan ada lagi," ungkap Yan.

Dia juga menekankan bahwa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk membeberkan informasi sebelum "dihilangkan".

Peneliti itu mengaku dibesarkan dan dididik di bawah Partai komunis China (PKC) dan tahu "hal-hal apa yang akan dilakukan pemerintah China" tapi dia tidak berani menebak "seberapa jauh (PKC) akan bertindak".

Yan berjanji akan terus mengatakan yang sebenarnya tentang PKC dan pandemi Covid-19, dengan harapan mempercepat pemahaman dunia luar tentang rezim itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada 10 Juli lalu, dia mengatakan mantan atasannya, Leo Poon ditugaskan untuk menyelidiki sekelompok kasus mirip SARS yang dilaporkan pada akhir Desember.

Pada awalnya Poon menyarankan melanjutkan penyelidikan, tapi kemudian memperingatkannya untuk "tetap diam dan berhati-hati" ketika dia memberikan lebih banyak bukti pada 16 Januari lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top