Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kabar yang menyebutkan Raja Salman sakit menjadi pertanyaan soal suksesi Kerajaan Arab Saudi. (Reuters)
Premium

Sinyal dan Kemelut Suksesi Arab Saudi  

21 Juli 2020 | 14:15 WIB
Kabar sakitnya Raja Salman bisa diartikan berbagai sisi. Bagaimana dengan kelangsungan suksesi kerajaan ya?

Bisnis.com, JAKARTA— Kabar bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dilarikan ke rumah sakit King Faisal, Riyadh pada Senin (20/7/2020) menyebar lebih cepat dari perkiraan. Sejak pagi, pihak kerajaan tampak lebih sibuk untuk meladeni kejaran pertanyaan wartawan.

Dalam keterangan resminya kepada kantor berita kerajaan SPA, juru bicara kerajaan mengatakan bahwa Salman yang kini telah berusia 84 tahun kondisinya baik-baik saja. Sang raja, katanya, cuma melakukan kontrol rutin akibat peradangan pada kantong empedu.

Namun, pernyataan itu tak lantas meredamkan bola-bola liar di tengah masyarakat.

Kekhawatiran bahwa kondisi Salman lebih buruk dari perkiraan mulai muncul. Apalagi kabar jatuh sakitnya Salman tak berselang jauh dari manuver besar-besaran putranya, Mohammed bin Salman (MBS) untuk menyingkirkan sosok berpengaruh lain di lingkaran kerajaan.

Seperti diwartakan BBC, pada awal Maret 2020, MBS memerintahkan pasukan Arab Saudi untuk meringkus pamannya, pangeran Ahmed bin Abdul Aziz guna diinterogasi. Dia diamankan atas dugaan keterlibatan pengkhianatan, meski hingga kini belum disebutkan secara spesifik detail perkara yang dimaksud. Ahmed adalah mantan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sekaligus eks penasihat raja Salman.

Ahmed tak diamankan seorang diri. putranya, Pangeran Mohammed bin Nayef (MBN) juga diciduk. Seperti bapaknya, MBN pernah menjabat Mendagri sekaligus Deputi Perdana Menteri sebelum digantikan MBS pada 2017.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top