Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gugus Tugas Minta Penanganan Jenazah Covid-19 Diserahkan kepada Ahlinya

Gugus Tugas meminta agar jenazah pasien Covid-19 langsung dimakamkan atau dikremasi dalam kurun tidak lebih dari 24 jam.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  17:39 WIB
Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara\n\n
Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengatur penanganan jenazah Covid-19 melalui pedoman dari Kementerian Kesehatan. Hal ini dilakukan guna mengurangi potensi penularan virus Corona (Covid-19), baik dari jenazah maupun antara pelayat yang datang.

Oleh karena itu Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro meminta penanganan jenazah harus diserahkan kepada ahlinya.

“Pertama persemayaman jenazah dalam waktu lama sangat tidak dianjurkan untuk mencegah penularan penyakit maupun penyebaran penyakit antar pelayat,” kata Reisa dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Selanjutnya, jenazah yang disemayamkan di rumah duka harus telah melewati tindakan disinfeksi. Jenazah juga sudah masuk dalam peti jenazah yang tidak diperkenankan dibuka kembali di rumah duka.

Kemudian, untuk menghindari kerumunan sesuai protokol kesehatan Covid-19, orang yang melayat hendaknya tidak lebih dari 30 orang. Pertimbangan ini untuk mempermudah menjaga jarak dan mengurangi potensi penyebaran virus antar pelayat.

“Keempat jenazah hendaknya disegerakan untuk dikubur atau dikremasi sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut dalam waktu tidak lebih dari 24 jam,” katanya.

Pemerintah juga meminta agar jenazah langsung dibawa menuju lokasi penguburan atau lokasi kremasi. Reisa mengatakan bahwa sangat tidak dianjurkan untuk disemayamkan di rumah atau tempat ibadah lainnya.

Sementara itu, pemerintah juga mengatur prosedur pengantaran jenazah dari rumah sakit ke tempat pemakaman. Jenazah yang akan diantar dalam kondisi telah diberikan disinfeksi dan dimasukan ke dalam kantong jenazah atau dibungkus dengan plastik yang diikat rapat serta ditutup semua lubang tubuhnya.

Terakhir, pemerintah juga mengatur soal pemakaman jenazah. Penguburan harus melibatkan pihak rumah sakit dan Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

Pemakaman jenazah dapat dihadiri oleh keluarga dekat dengan memperhatikan jarak antar pelayat setidaknya 2 meter. Setiap individu yang hadir harus memastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala Covid-19.

“Tetap ditegaskan bahwa martabat, budaya. dan agama jenazah dan keluarganya harus tetap dihormati dan dilindungi misalnya bagi jenazah beragama Islam tata cara memasukkan jenazah ke dalam peti mati dan tata cara menyalatkan jenazah dilakukan sesuai fatwa MUI Nomor 18 tahun 2020,” kata Reisa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top