Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perang Lawan Covid-19, Puluhan Konglomerat Minta Pajak Lebih Tinggi

Sekumpulan jutawan dari Amerika Serikat dan enam negara lain mendesak pemerintah mereka untuk mengenakan pajak yang lebih tinggi di tengah amukan pandemi Covid-19.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  15:43 WIB
Mobil mengantre di fasilitas tes Covid-19 - Bloomberg
Mobil mengantre di fasilitas tes Covid-19 - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sekumpulan jutawan dari Amerika Serikat dan enam negara lain mendesak pemerintah mereka untuk mengenakan pajak yang lebih tinggi di tengah amukan pandemi Covid-19.

Di bawah nama Millionaires for Humanity, lebih dari 80 hartawan, termasuk pewaris Walt Disney Co. Abigail Disney, mantan Direktur pelaksana BlackRock Inc. Morris Pearl, dan pengusaha Denmark-Iran Djaffar Shalchi, mengajukan petisi untuk pajak yang lebih tinggi terhadap orang kaya.

Menurut mereka, membayar pajak yang lebih tinggi dapat membantu membayar miliaran dolar dalam program-program baru pemerintah yang diperlukan selama pandemi Covid-19.

“Hari ini, kami, para jutawan dan miliarder yang bertanda tangan di bawah ini, meminta pemerintah kami untuk menaikkan pajak pada orang-orang seperti kami. Dengan segera. Secara substansial. Secara permanen,” tulis mereka dalam surat terbuka.

“Kami tidak menyetok rak-rak toko serba ada atau mengantar makanan dari pintu ke pintu. Tapi kami punya banyak uang. Uang yang sangat dibutuhkan saat ini,” demikian menurut surat tersebut, seperti dilansir Bloomberg, Senin (13/7/2020).

Surat resmi, yang disampaikan menjelang pertemuan negara-negara G20 akhir pekan ini, bukan yang pertama kali diajukan.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19 memengaruhi keuangan publik, sekelompok jutawan yang menyebut diri mereka Patriotic Millionaires telah mendesak untuk sistem pajak yang lebih progresif.

Dalam surat terbuka mereka, Millionaires for Humanity juga memperingatkan bahwa Covid-19 dapat mendorong jutaan orang lebih ke dalam kemiskinan. Sementara itu, beramal bukan jawaban atas permasalahan ini.

“Para pemimpin harus mengambil tanggung jawab untuk mengumpulkan dana yang kita butuhkan dan mengeluarkannya secara adil," menurut surat itu.

“Kami berutang besar kepada orang-orang yang bekerja di garis depan pertempuran global ini. Sebagian besar pekerja penting dibayar sangat rendah untuk beban yang mereka tanggung,” tandas mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak konglomerat
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top