Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri LHK: Yakinkan Kerja Lapangan Aktivitas Transisi Adaptasi

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, meninjau dan mengawasi langsung kegiatan lapangan meliputi kerja bangunan konservasi tanah dan air serta penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  03:44 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kanan) didampingi Sekjen KLHK Bambang Hendroyono (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kanan) didampingi Sekjen KLHK Bambang Hendroyono (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020). ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Bisnis.com, WONOSOBO - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, meninjau dan mengawasi langsung kegiatan lapangan meliputi kerja bangunan konservasi tanah dan air serta penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Di samping itu, evaluasi kawasan wisata alam yang sedang menyesuaikan dan adaptasi transisi Covid-19. Tujuannya untuk penyesuaian aktivitas di tengah masyarakat dengan protokol menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.
Kerja lapangan Menteri LHK Siti Nubaya  di Wonosobo, Jawa Tengah, ini dilakukan bersama Wamen Alue Dohong dan para Dirjen melanjutkan kerja lapangan di Wonosobo, Minggu (12/7/2020). Kegiatan di Wonosobo berlangsung setelah dari Karanganyar dan Boyolali, Jateng.
Hal ini juga untuk meyakinkan Siti bahwa kegiatan teknis di lapangan berjalan baik. Langkah ini merupakan langkah safari kerja Menteri LHK dan rombongan Dirjen yang relevan serta Kepala Badan Litbang dan Inovasi. Beberapa kegiatan yang dikontrol Siti ialah RHL, taman wisata, perhutanan sosial, dan aplikasi litbang di lapangan. 
Sesuai pesan Presiden RI Joko Widodo bahwa penanganan pemulihan lingkungan sangat penting, demikian pula pemanfaatan berbagai lokasi di Pulau Jawa dengan sangat banyak pemandangan yang indah dan aksesibilitas jalan yang bagus untuk menjadi produktif membantu masyarakat.
Kombinasi kerja hutan sosial, produktivitas masyarakat dengan ekowisata, dan industri kayu putih hutan sosial menjadi langkah yang positif. Sejalan dengan itu, upaya pemulihan lingkungan dengan rehabilitasi lahan terus dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Siti saat kunjungan kerja di kawasan wisata Dieng, tepatnya di Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna dan Telaga Pengilon, Kabupaten Wonosobo, Jateng, Minggu (12/7/2020).
"Cara penanganan atau pengelolaan spot-spot wisata seperti Telaga Warna maupun Telaga Pengilon, menjadi referensi bagi spot-spot wisata yang lain. Keberadaan ekowisata seperti ini harus disertai peningkatan produktivitas untuk masyarakat sekitarnya," kata Siti.
TWA Telaga Warna dan Telaga Pengilon merupakan salah satu di antara 29 kawasan wisata alam yang dibuka lebih dulu dalam masa transisi ini. Pembukaan kawasan wisata alam ini untuk memberikan stimulan aktivitas wisata lain di Indonesia. Hal ini juga penting agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas produktif.
"Saya meminta Dirjen KSDAE untuk melaporkan setiap hari perkembangan 29 spot kawasan wisata alam ini, khususnya kaitan dengan naik turunnya angka sebaran Covid-19," katanya.
Dalam kunjungannya kali ini, Siti mencatat ada beberapa hal yang perlu dikembangkan lagi dari TWA Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang berada di wilayah kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah ini.
"Saya perintahkan Dirjen KSDAE agar melakukan pengecekan kembali secara keseluruhan, di antaranya redesain infrastrukturnya, agar tidak terlalu banyak bangunan fisiknya, dan lebih menonjolkan lanskapnya," ucapnya.
Selain itu, setelah berdiskusi bersama Sekda Kabupaten Wonosobo, Siti mengatakan keterlibatan pemerintah desa dan kecamatan perlu ditingkatkan, begitu juga dengan masyarakat tani.
Ada juga masukan dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jateng untuk mendorong kemungkinan penambahan penanaman varietas baru di kawasan tersebut. HKTI Jateng meminta agar diadakan vokasi training untuk level sekolah menengah, mengenai teknis pengolahan kayu dan bambu.
"Saya juga mendapat laporan adanya masalah sampah. Selain itu, saya titip untuk teknik terasering di kawasan Dieng perlu diperbaiki untuk mencegah longsor dan erosi. Kita cari cara mengatasinya dengan kegiatan CSR untuk rehabilitasi dan bangunan ionservasi tanah dan air," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klhk
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top