Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

300 Karyawan di 3 Perusahaan di Semarang Terpapar Covid-19

Sebanyak 300 karyawan di tiga perusahaan bidang garmen, migas, dan BUMN di Kota Semarang dinyatakan positif tertular Covid-19.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  16:22 WIB
300 Karyawan di 3 Perusahaan di Semarang Terpapar Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Sebanyak 300 karyawan di tiga perusahaan bidang garmen, migas, dan BUMN di Kota Semarang dinyatakan positif tertular Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyebut sedikitnya 300 orang terpapar Covid-19 di tiga perusahaan atau yang kini disebut klaster perusahaan.

Menurutnya, jumlah itu merupakan kasus di tiga perusahaan ditambah sebagiah hasil tracing atau penelusuran yang telah dilakukan. Pihak Dinkes masih terus melakukan tracing di tempat tinggal maupun lingkungan sekitar.

"Total dari perusahaan sekitar 300 orang. Itu dari tiga perusahaan dan sebagian hasil tracing," kata Hakam sapaan akrabnya Rabu (8/7/2020).

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, klaster dari 3 perusahaan tersebut cukup besar pengaruhnya terhadap penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

"Kita sampai 972 (kasus positif Covid-19), lonjakan industri dan pabrik sampai 33 persen," tegasnya.

Dia memang tidak menyebut detail nama perusahaan namun ada yang bidang garmen, migas, dan BUMN. Dia berharap protokol kesehatan diperketat termasuk saat jam istirahat dan makan. Hendi juga menyarakan ada bilik penyemprotan agar steril.

"Pabrik kan punya duit, siapkan chamber, pegawai masuk semprot steril, tempat makan yang jadi tempat penularan juga diatur. Teman patroli nanti arahkan ke situ," jelasnya.

Tracing dilakukan terkait klaster tersebut hingga ke lingkungan tempat tinggal. Untuk di lingkungan tempat tingga, Hendi berharap konsep Kampung Hebat Siaga Covid bisa dilaksanakan dengan baik.

"Kalau di lingkungan pakai Kampung Hebat Siaga Covid-19, kan mereka punya kemandriian swadaya penangaan Covid. Di pabrik, harus punya pengelolaan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid, jadi kita keroyok," ujar Hendi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota semarang covid-19
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top