Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Polisi Colorado Dipecat Usai Mengejek Kematian Warga Kulit Hitam

Tiga orang anggota kepolisian Colorado, AS, dipecat sementara satu lainnya mengundurkan diri setelah mereka membuat foto ejekan yang menirukan pencekikan seorang warga kulit hitam hingga tewas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  15:31 WIB
Bendera Black Lives Matter dan Bendera LGBT Dicopot Dari Kedubes US di Seoul, Korea. - Twitter
Bendera Black Lives Matter dan Bendera LGBT Dicopot Dari Kedubes US di Seoul, Korea. - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga orang anggota kepolisian Colorado, AS, dipecat sementara satu lainnya mengundurkan diri setelah mereka membuat foto ejekan yang menirukan pencekikan seorang warga kulit hitam hingga tewas oleh petugas, demikian keterangan otoritas pada Jumat (3/7).

Kepala interim kepolisian Aurora di pinggiran Kota Denver, Vanessa Wilson, menyebut aksi yang mencemooh kematian Elijah McClain (23), yang ketika kejadian tidak bersenjata, sebagai "perbuatan tercela".

"Saya merasa amat sangat jijik (atas hal itu)," kata Wilson dalam konferensi pers soal pemecatan para petugas tersebut.

Ketiga petugas itu bernama Jason Rosenblatt, Erica Marrero, dan Kyle Dittrich. Sedangkan petugas yang mengundurkan diri pada awal pekan ini adalah Jaron Jones.

Salah satu foto yang mereka buat menunjukkan Dittrich dan Jones mereka ulang pencekikan leher, sementara Marrero berdiri di dekat mereka sembari tersenyum lebar. Foto-foto cemoohan, yang kemudian dirilis oleh pihak otoritas, diambil di dekat lokasi kejadian perkara.

Sementara Rosenblatt, yang terlibat dalam pencekikan sesungguhnya terhadap McClain, dipecat setelah merespons "HaHa" (tiruan tertawa) setelah mendapat kiriman foto tersebut.

Pengacara keluarga McClain, Mari Newman, mengatakan polisi tidak hanya membunuh seorang yang tak bersalah, namun juga merasa mempunyai kuasa untuk mengolok-olok kejadian itu dengan menirukannya.

Peristiwa pada McClain terjadi pada Agustus 2019. Dia sedang berjalan di wilayah Aurora ketika didatangi tiga polisi atas laporan bahwa gerak-geriknya mencurigakan, meskipun McClain tidak melakukan tindak kriminal apa pun.

Dalam upaya penangkapan, McClain sempat berkata dirinya tidak bisa bernapas akibat cekikan tersebut, menurut rekaman suara yang dirilis pihak otoritas.

Para petugas menaklukkan McClain dengan cara mencekik, sementara paramedis kemudian menyuntik dia dengan obat penenang. Jantung McClain kemudian berhenti bergerak dan alat bantu hidup yang dikenakan padanya dicabut beberapa hari kemudian.

Jaksa pengadilan setempat menolak mengajukan tuntutan hukum terhadap petugas maupun paramedis yang terlibat dalam kejadian itu, karena merujuk pada hasil otopsi yang menunjukkan bahwa penyebab kematian tidak dapat ditentukan.

Gubernur Colorado Jared Polis telah menugaskan jaksa khusus untuk mengkaji ulang kasus itu.

Sementara itu, FBI dan Kementerian Kehakiman AS pada pekan ini menyebut bahwa mereka tengah menyelidiki apakah ada pelanggaran terhadap hak sipil McClain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top