Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PILPRES AS 2020: 87 Persen Warga AS Kecewa, Peluang Biden Menang Kian Besar

Warga AS yang mengatakan puas dengan arah negara itu hanya 12 persen. Jumlah itu kurang dari setengah dari 31 persen yang mengatakan hal yang sama dalam sebuah penelitian pada bulan April.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  11:51 WIB
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Hampir 90 persen warga Amerika Serikat (AS) mengatakan tidak puas dengan keadaan negaranya, dan ketidakbahagiaan mereka mempengaruhi keputusan politik empat bulan sebelum pemilihan presiden, menurut sebuah penelitian terbaru baru dari Pew Research Center.

Hanya 17 persen warga AS dari pihak mana pun yang mengatakan mereka "bangga" dengan AS, sementara 71 persen mengatakan merasa kecewa dan 66 persen takut.

Adapun warga AS yang mengatakan puas dengan arah negara itu hanya 12 persen. Jumlah itu kurang dari setengah dari 31 persen yang mengatakan hal yang sama dalam sebuah penelitian pada bulan April.

Sebanyak 87 persen warga mengatakan mereka tidak puas sebagaimana dikutip Bloomberg.com, Rabu (1/7/2020).

Survei panel online Pew terbaru tersebut, yang melacak pendapat responden yang sama dari waktu ke waktu, dilakukan pada kurun 16-22 Juni 2020.

Hasil itu seiring dengan peningkatan jumlah  jumlah kasus virus corona yang melonjak di negara bagian Florida, Texas  dan Arizona, serta akibat resesi ekonomi yaang semakin dalam.

Hasil penelitian itu memiliki margin kesalahan 1,8 poin persen.

Ketidakbahagiaan warga negara itu memengaruhi persepsi terhadap Presiden Donald Trump, yang berada 10 poin persen di belakang calon presiden dari partai Demokrat, Joe Biden.

Sekitar 54 persen pemilih terdaftar mendukung Biden dan 44 persen mendukung Trump. Adapun peringkat penerimaan atas Presiden Trump turun menjadi 39 persen, sementara 59 persen orang AS tidak setuju. Padahal, pada survei April, tingkat penerimaan Trump adalah 44 persen.

Akan tetapi, sebagian besar orang Amerika Serikat mengatakan Trump memiliki program  yang lebih baik pada bidang ekonomi daripada Biden. Di tengah resesi, Trump masih memimpin Biden dengan 3 poin, yakni 51 persen berbanding 48 persen untuk pemilih yang mengatakan mereka sangat atau agak percaya diri pada kemampuan kandidat untuk membuat keputusan yang baik tentang kebijakan ekonomi.

Biden, bagaimanapun juga, memimpin dalam setiap kategori lainnya. Para pemilih lebih percaya diri dalam kemampuannya menangani masalah penegakan hukum dan peradilan pidana, kebijakan luar negeri, wabah virus corona, hubungan ras, dan untuk membawa negara ini lebih bersatu.

Nilai terendah Trump adalah menyatukan negara, hanya 31 persen pemilih menyatakan kepercayaannya pada presiden di bidang itu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Donald Trump Pilpres as 2020
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top