Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

53 Kabupaten/Kota Berisiko Tinggi Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Berdasarkan update pemetaan zona risiko per 28 juni 2020 terdapat 53 Kabupaten/Kota di Indonesia yang berisiko tinggi mengalami kenaikan kasus.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:05 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 53 Kabupaten/Kota di Indonesia berisiko tinggi mengalami kenaikan kasus .

Demikian disampaikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito. Hal itu didasarkan pada update pemetaan zona risiko per 28 juni 2020.

Selain itu, Wiku menyebutkan ada 177 Kabupaten/Kota dengan risiko sedang dan 185 Kabupaten/Kota dengan risiko rendah.

Sementara itu terdapat 99 Kabupaten/Kota yang tidak terdampak atau tidak ada kasus baru.

"Jika kita lihat perubahan peta zonasi, [Prof Wiku menunjukkan gambar] kita bisa lihat dalam gambar berikut bahwa pada saat 11 Mei dan 7 Juni, 14 Juni, 21 Juni, 28 Juni 2020 terlihat perubahan dinamika peta zonasi," ujar Wiku.

Disebutkan Wiku dinamika perubahan sering terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, ujarnya, pemda harus tetap memantau protokol kesehatan dengan ketat agar kasus menurun. Dengan begitu secara nasional terjadi perubahan membaik.

Sementara itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat kasus baru positif Covid-19 pada hari ini bertambah 1.385 sehingga total menembus 57.770 kasus. 

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan angka pertambahan tertinggi.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Rabu (1/7/2020) sore.

Menurut Yuri, berdasarkan data pemeriksaan selama 24 jam Selasa pukul 12.00 WIB hingga Rabu pukul 12.00 WIB terdapat 21.738 spesimen yang telah diperiksa sehingga total menjadi 825.636 spesimen.

Dari pemeriksaan tersebut diketahui hasil konfirmasi positif sebanyak 1.385 orang sehingga total menjadi 57.770 orang.

DKI Jakarta melaporkan 217 kasus baru dan 168 kasus sembuh. Selanjutnya Jatim melaporkan 185 kasus baru dan 187 kasus sembuh.

Sementara itu, Jateng melaporkan 173 kasus baru dan 100 kasus sembuh. Sedangkan Maluku Utara melaporkan 147 kasus baru dan 7 kasus sembuh, Sulsel melaporkan 130 kasus baru dan 53 kasus sembuh.

Selain itu terdapat 16 provinsi dengan kasus baru di bawah 10 dan 5 provinsi tanpa penambahan kasus baru.

Sedangkan untuk kasus sembuh yang signifikan dengan jumlah lebih banyak dari kasus baru tercatat di beberapa provinsi berikut:

  • Bali 34 kasus baru, 62 kasus sembuh
  • Banten 10 kasus baru, 21 kasus sembuh
  • Kaltim 7 kasus baru, 15 kasus sembuh
  • Maluku 7 kasus baru, 18 kasus sembuh
  • Papua Barat 3 kasus baru, 12 kasus sembuh

Untuk provinsi dengan kasus baru nol tercatat Jambi melaporkan 8 kasus sembuh, Sulteng 4 kasus sembuh, Kaltara 2 kasus sembuh, Gorontalo 3 kasus sembuh.

Yuri menyebutkan angka kesembuhan nasional kali ini mencapai 43,2 persen, lebih rendah dari angka kesembuhan global 54,23 persen.

"Beberapa provinsi ada yang di atas 54,23 persen seperti Sumbar 81,1 persen, Riau 73,5 persen, Bengkulu 71,2 persen, Lampung 79,3 persen, Babel 86,8 persen, Kepri 81,6 persen, Yogyakarta 85,3 persen, Kalbar 81,9 persen, Kaltim 73,7 persen, Kaltara 75,5 persen, Sulteng 82,3 persen, Gorontalo 80,2 persen, Sulbar 72,8 persen," ujar Yuri.

Dijelaskan Yuri tingkat kesembuhan itu bisa dicapai karena kasus ditemukan secara dini  dan masih terkonfirmasi ringan sedang sehingga bisa segera ditangani rumah sakit.

Terkait kapasitan tingkat hunian rumah sakit Yuri menyebut angka 55,59 persen. Tercatat 21 provinsi di bawah angka tersebut. Hanya 13 provinsi dengan tingkat hunian di atas 55,59 persen.

Sementara itu terdapat 5 provinsi dengan tingkat hunian rumah sakit di atas 75 persen yakni Sulsel, Kateng, Kalsel, Papua, dan NTB.

Secara keseluruhan, menurut Yuri, kasus sembuh hari ini mencapai 789 sehingga total kumulatif menjadi 25.595. Kasus meninggal 58, total menjadi 2.934.

Persentase kasus konfirmasi positif di Indonesia, ujar Yuri berada di angka 5.09 persen, masih berada pada kisaran persentase kasus global yang berada di angka 5,28. Selain itu, terdapat 23 provinsi dengan persentase kasus positif baru di bawah 5,28

Hingga hari tercatat Orang Dalam Pemantauan sebanyak 45.192, dan Pasien Dalam Pengawasan 13.296 orang.

Sebanyak 451 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia terpapar Covid-19. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top