Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Patung Merlion berdiri di kawasan Marina Bay, membelakangi distrik pusat bisnis, di Singapura, Rabu (20/5/2020). - Bloomberg/Lauryn Ishak
Premium

Palagan Baru di Pemilu Singapura 2020

30 Juni 2020 | 07:26 WIB
Singapura tengah mempersiapkan diri menggelar Pemilu. Ada sejumlah perbedaan dalam penyelenggaraan hajatan politik tersebut kali ini, selain karena dilakukan di tengah pandemi. Apa saja?

Bisnis.com, JAKARTA — Sejak Pemerintah Singapura menyalakan lampu hijau penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2020 pada pekan lalu, partai-partai politik di negara itu tampak lebih sibuk dari biasanya.

Waktu yang dimiliki kontestan Pemilu kali ini tidak banyak. Mereka diharuskan mengumumkan daftar kandidat selambat-lambatnya Selasa (30/6/2020) malam. Kampanye juga hanya bisa dilakukan sampai 8 Juli, dan 10 Juli 2020 menjadi hari pemungutan suara.

Satu per satu partai pun mulai mengeluarkan jurus masing-masing.

Partai Pekerja (The Worker’s Party/WP) misal, merilis manifesto setebal 42 halaman pada Minggu (28/6).

Di dalamnya, tampak setumpuk program yang spesifik difokuskan ke arah peningkatan kesejahteraan warga Singapura. Mulai dari peningkatan upah minimum jadi 1.300 dolar Singapura per bulan, reformasi skema asuransi, penurunan batas usia pensiun dari 65 jadi 60 tahun, penggratisan tranportasi umum untuk usia lanjut dan difabel, hingga jaminan kemerdekaan berpendapat.

WP juga menolak kenaikan pajak barang dan jasa (Goods and Services Tax/GST) dari 7 persen ke 9 persen, karena dinilai menambah beban masyarakat di tengah tingginya biaya hidup di Singapura. Ada pula visi untuk meningkatan akses kesehatan dan jangkauan universitas, serta isu kepemilikan hunian.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top