Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo Huawei terpampang di luar gerai flagship Huawei Technologies Co. di Shanghai, China, Rabu (24/6/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Premium

Telekomunikasi 'Bersih' vs Huawei

26 Juni 2020 | 18:57 WIB
Huawei Technologies Co. makin terbelit konflik geopolitik AS-China dan masalah eksternal lainnya. Perusahaan itu pun terpaksa bermain di kandang lebih lama.

Bisnis.com, JAKARTA — Pujian Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo terhadap sederet perusahaan telekomunikasi yang diklaimnya bersih bisa menjadi gambaran atas posisi Huawei Technologies Co. dalam jeratan konflik geopolitik AS-China.

Dalam cuitannya di akun Twitter-nya, Rabu (24/6/2020), Pompeo memuji perusahaan-perusahaan teknologi seperti Jio, Telefonica, Orange, dan Telstra sebagai korporasi yang bersih yang tidak menggunakan jasa Huawei.

Sejak dituduh berkomplot mencuri data dengan Pemerintah China oleh AS, sepak terjang Huawei memang makin terjepit. Tuduhan tersebut juga datang bersamaan dengan sejumlah sanksi dan kampanye untuk menjegal ekspansi Huawei dalam percaturan industri telekomunikasi global.

Pentagon bahkan mengeluarkan daftar 20 perusahaan China yang diklaimnya memiliki afiliasi atau dikontrol oleh militer China. Dari daftar tersebut, Huawei turut masuk sebagai perusahaan yang dituduh dikontrol oleh militer China.

Seperti dilansir Bloomberg, Kamis (25/6/2020), pengamat China di American Enterprise Institute Derek Scissors mengatakan langkah tersebut sudah ditebak karena AS sudah lama ingin membuka sejauh mana keterkaitan BUMN China dan mana saja yang memiliki korelasi dengan militernya.

Tetapi, jika tidak ada langkah lanjutan setelah keputusan ini dikeluarkan, maka dia menilai langkah ini hanya ingin menunjukkan respons keras terhadap buku mantan Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Donald Trump, John Bolton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top