Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Pasar Keuangan Yakin Biden Menangi Pilpres AS, karena Lebih Propasar

Para eksekutif keuangan AS sekarang bersiap untuk menerima Joe Biden sebagai calon yang berpotensi memenangkan kursi kepresidenan setelah popularitas Donald Trump anjlok dalam jajak pendapat nasional dan negara bagian.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  08:42 WIB
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Para eksekutif keuangan AS sekarang bersiap untuk menerima Joe Biden sebagai calon yang berpotensi memenangkan kursi kepresidenan setelah popularitas Donald Trump anjlok dalam jajak pendapat nasional dan negara bagian.

Para investor, analis, pelobi, penasihat hukum, dan penasihat politik Wall Street klien perbankan memberitahu CNBC tentang bagaimana industri bersiap untuk kemungkinan kemenangan Joe Biden, jago dari Parti Demokrat.

Akan tetapi beberapa di antara mereka tidak mau menyebutkan nama karena tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah tersebut seperti dikutip CNBC.com, Jumat (26/6/2020).

Persiapan untuk menyambut Biden sebagai presiden baru mewakili banyak eksekutif yang secara pribadi senang kalau rencana Trump menaikan pajak perusahaan gagal dilakukan. Mereka cenderung mendukung kebijakan yang lebih moderat dalam pengaturan publik.

Michael Novogratz, seorang investor dan dermawan mengatakan dia telah memperhatikan perubahan dari banyak teman keuangannya yang kaya yang sebelumnya yakin bahwa Trump akan menang. Pada saat itu memang ekonomi sedang kuat dan pasar secara konsisten melonjak.

Akan tetapi, sejak awal pandemi virus corona atau Covid-19, jutaan orang di Amerika Serikat dipaksa menjadi pengangguran dan pasar bergejolak.

“Lima bulan lalu saya makan malam dengan 10 investor terbaik. Saya adalah satu-satunya pria yang mengira Biden akan menang. Delapan untuk Trump, satu ragu-ragu dan satu pendukung Biden,” kata Novogratz. Akan tetapi jika Anda melakukan polling pada grup itu hari ini akan menjadi 60 persen untuk Biden, katanya.

Para pendukung Biden punya harapan mereka dapat memiliki akses ke Gedung Putih, sedangkan yang lainnya berencana lebih banyak menyumbang untuk kampanye Biden.

Seorang pelobi mengatakan kepada CNBC bahwa dia memperkirakan lebih dari 50% klien Wall Street yakin Biden akan mengalahkan Trump.

Sementara itu seorang operator politik Partai Republik, yang kliennya meliputi perusahaan investasi keuangan dan perusahaan teknologi besar, mengatakan bahwa dalam pertemuan pribadi, eksekutif keuangan mulai percaya Biden akan menggantikan Trump.

Operator itu juga mengatakan mereka berharap Biden tidak akan menaikkan pajak perusahaan sampai ekonomi stabil setelah Covid-19 tuntas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biden Donald Trump Pilpres AS
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top