Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Para pemain menggunakan mesin judi di kasino Encore Boston Harbor, yang dikelola oleh Wynn Resorts Ltd., di Everett, Massachusetts, AS, Minggu (23/6/2019). - Bloomberg/Scott Eisen
Premium

Rolet Taruhan Bisnis Kasino Belum Berputar Kencang

25 Juni 2020 | 16:47 WIB
Penutupan bisnis kasino di berbagai negara karena pandemi Covid-19 mulai berdampak terhadap industri perjudian dan permainan ketangkasan. Moody's memerkirakan kinerja bakal anjlok hingga akhir tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA — Betting and Gaming Council (BCG), lembaga perkumpulan pengusaha judi terbesar di Inggris, mengumumkan bahwa sejak April 2020 seluruh perusahaan anggotanya telah menarik iklan-iklan mereka dari berbagai kanal media massa.

Dalam keterangan resminya, BCG menerangkan kebijakan ini merupakan upaya mereka melindungi publik di tengah pandemi Covid-19. Dengan penerapan pembatasan aktivitas luar ruang, minat orang untuk berjudi secara tidak aman dikhawatirkan melonjak. 

Chief Executive BCG Michael Dugher menuturkan pihaknya berkomitmen untuk memastikan industri permainan judi di Inggris berjalan sesuai regulasi dan aman bagi para pemainnya. Dia juga mengungkapkan sejak pandemi berlangsung, tidak ada kenaikan jumlah orang yang bertaruh di situs judi daring.

"Tidak ada lonjakan aktivitas bertaruh secara daring seperti diperkirakan sejumlah pihak, sebaliknya, pendapatan total turun hingga 60 persen. Secara keseluruhan, terjadi penurunan signifikan di seluruh level sebagai dampak dari ditutupnya rumah taruhan dan kasino serta penghentian sementara pertandingan olahraga secara langsung," papar Dugher, Senin (27/4/2020).

Eropa bukan satu-satunya kawasan yang mengalami pukulan tersebut. Di Asia, satu per satu perusahaan permainan ketangkasan juga telah melaporkan penurunan pemasukan sejak pembatasan aktivitas sosial diberlakukan.

Dalam laporan terbaru Moody’s Investor Service, Rabu (24/6), lembaga pemeringkat itu memberikan outlook negatif kepada sembilan perusahaan permainan judi di Asia dan Pasfik. Pandangan negatif mencerminkan adanya ketidakpastian di tengah pembukaan kembali sektor pariwisata di tengah pandemi yang masih merundung.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top